who-logo1

Badan Kesehatan Dunia (WHO) Meminta Indonesia Berhenti Memenjarakan Pengguna dan Meninjau Kembali Kebijakan Ganja

Catatan penting bagi seluruh pembaca di Indonesia. Kebijakan Narkotika di republik ini bersumber pada Konvensi Tunggal Narkotika 1961 yang digagas PBB dan WHO. Tulisan singkat ini adalah hasil evaluasi 50 tahun semenjak perang terhadap Narkotika dimulai di seluruh dunia.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan awal bulan ini, World Health Organization (WHO) meminta seluruh negara untuk mereformasi kebijakan narkotika, termasuk dekriminalisasi penggunaan narkoba, menerapkan prinsip harm reduction seperti fasilitas pertukaran jarum suntik dan terapi subtitusi opioid serta menghentikan wajib rehabilitasi bagi pengguna narkotika.
Continue reading

gaza

Mungkinkah Ganja Menjadi Harapan Bagi Pengobatan Trauma Akibat Peperangan?

Sekelompok peneliti dari Hadassah Hebrew University Medical Center mempublikasikan data percobaan klinis di jurnal Clinical Drug Investigation yang membahas tentang hubungan antar Gangguan Stres Pasca-Trauma (Post Traumatic Stress Disorder) dengan ganja. Hasilnya menemukan bahwa konsumsi oral tetrahydrocannabinol (THC; zat psikoaktif ganja) mampu membantu mengurangi gejala dari gangguan kronis tersebut.
Continue reading

akar ganja

9 Khasiat Ganja Mengobati Diabetes

Pengalaman LGN menemukan khasiat ganja untuk menolong penderita diabetes berawal dari Aceh. Kala itu kami berjumpa dengan salah seorang berusia setengah baya yang memberikan ramuan akar ganja. Sebagai organisasi berbasis riset, kami tidak serta merta mempercayainya. Sekembalinya kami ke ibu kota negara, penelusuran jurnal-jurnal kami lakukan dan hasilnya sangatlah mengejutkan.

The American Alliance for Medical Cannabis (AAMC) mengemukakan 9 khasiat ganja bagi penderita diabetes, yaitu:
Continue reading

Legalisasi ganja adalah sebuah gagasan untuk memberantas perdagangan gelap dan penyalahgunaan ganja. Mengembalikan kedaulatan NKRI untuk mengelola pohon ganja (aset kapital) secara mandiri.