6 Efek Jangka-Panjang Penggunaan Ganja (Bukti yang Bertentangan)

1. Penyalahgunaan/Ketergantungan

Penggunaan kronis ganja dapat mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikologis, serta mengalami gejala putus zat sesaat setelah berhenti menggunakan. Gejala ini dapat muncul setelah penggunaan kronis selama minimal 3 mingggu. Gejala ini mencapai puncaknya pada hari ke 4, dan mulai dapat teratasi dalam 2 minggu dihitung dari terakhir kali mengggunakan ganja. karakteristik gejala putus zat ini adalah kegelisahan, penurunan nafsu makan, mual, mudah marah dan ganggguan tidur (Pope & Yurgelum-Todd, 1996). Secara umum, gejala ini hanya akan membuat pengguna merasa tidak nyaman namun tidak mengancaman kehidupan.

2. Disfungsi kognitif

Chronic Cannabis Syndrom yang lebih dikenal dengan istilah Amotivational Syndrom adalah kerusakan kognitif pada pengguna kronis yang mengakibatkan penurunan kemampuan dalam merencanakan ataupun mendapatkan tujuan hidup; kemudian menyebabkan pengguna ditempatkan pada pekerjaan yang hanya membutuhkan level kognisi rendah.

Penelitian terhadap manusia dan binatang menunjukan bahwa penggunaan ganja pada usia dini berdampak panjang pada kognisi dan meningkatkan kemungkinan kelainan neuropsikis (Schneider, 2008).  Wilson et al. (2000) membandingkan pengguna jangka panjang ganja yang mulai mengganja pada usia 17 tahun ke bawah dengan 17 tahun ke atas. Pada pengganja yang mulai di usia 17 tahun ke bawah menunjukan rendahnya persentase otak kecerdasan (neuron dan dendrit, dimana proses berpikir terjadi) dan tingginya persentase sumsum otak (myelinated axons) dibandingkan dengan seluruh volume otak.

3. Penyakit jiwa

Banyak penelitian menunjukan bahwa ada keterkaitan antara penggunaan ganja dengan tingginya resiko psikosis dan beberapa penelitian menemukan keterkaitan antara dosis dengan respon psikosis (Fergusson, Poulton, Smith, & Boden, 2006; Zammit , Allebeck, Andreasson, Lundberg, & Lewis, 2002).  setelah dilakukan penelusuran melalui bukti-bukti yang ada, dari sekian banyak hasil penelitian yang dipublikasikan dapat disimpulkan bahwa penggunaan ganja dapat meningkatkan resiko psikosis pada kalangan muda, tapi memiliki efek signifikan pada mereka yang memiliki predisposisi psikosis.

4. Kanker

Penelitian dalam ranah ini manunjukan banyak pertentangan. Sidney, Quesenberry, Friedman, & Tekawa (1997) menemukan bahwa merokok ganja sama sekali tidak berkaitan dengan peningkatan resiko kanker. Sedangkan di tempat yang berbeda, Fligiel (1997), menemukan bahwa secara histologik dan molekuler terjadi perubahan epitelium bronkial yang serupa antara merokok ganja dengan merokok tembakau.  Kesimpulan yang dapat ditarik sementara, studi yang ada belum cukup untuk memberikan evaluasi yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa merokok ganja berkaitan dengan resiko kanker.

5. Reproduksi

Satu studi menemukan bahwa penggunaan ganja berkaitan dengan penurunan level testoteron, jumlah sperma, dan motilitas sperma pada pengguna kronis/intensif ganja (Kolodny, Masters, Kolodner, & Toro, 1974). Salah satu akibatnya, sampai saat ini ganja dikenal sebagai zat yang dapat menyebabkan ketidaksuburan pria. Kenyataannya, tidak ada penelitian yang pernah melihat keterkaitan antara pengunaan ganja dan kesuburan pria.

6. Efek pernapasan

Gong, Fligiel, Tashkin, & Barber (1987) menunjukan bahwa merokok 3-4 linting ganja dalam sehari sama dengan merokok 20 linting tembakau dalam sehari dan mengakibatkan batuk, wheeze, dan produksi dahak. Penelitian terbaru gagal menemukan keterkaitan antara pengggunaan ganja jangka panjang dengan FEV1/FVC (forced expiratory volume in the first second setelah mengambil napas panjang), kapasitas difusi, atau hiperaktif pernapasan seperti yang terjadi pada perokok tembakau (Tetrault, Crothers, & Moore, 2007).

———————————————————————————————————————————————————————-

Untuk Para Pembaca, khususnya penggguna ganja:

Dalam beberapa hal efek jangka panjang ganja masih dalam perdebatan. Ini hanyalah sedikit analisis dari sekian banyak temuan-temuan ilmiah mengenai penggunaan ganja dan kesehatan. Bukti mana yang harus kita percaya? jawabannya ada di diri masing-masing. bukalah mata Anda dan bertanyalah, apa yang selama ini saya dapatkan dari mengganja? Apakah penggunaan saya sudah menimbulkan efek buruk yang selama ini saya sendiri tutup-tutupi? atau malah, efek baik apa yang saya dapatkan dari penggunaan ganja saya selama ini?

Sadarilah hal ini secepatnya, karena hanya kita yang dapat mengetahui persis efek ganja pada tubuh kita sendiri.

Sumber :

Pujazon-Zazik, M., & Park, M. J. (2009).  Marijuana: Use Among Young Males and Health Outcomes. American Journal of Men’s Health, 3, 265 – 274.

  • Pryan

    Menurut saya pribadi penggunaan dlm jgk pnjang sudah tentu bikin kita jadi tolol alias goblok.pelupa dan gag bisa mikir.tapi kalo sy sih cuma 2-3 kali seminggu.itupun sudah mrzkn sy jadi smakin goblok.kalo manfaatny ada juga sh.bwt yg udah keluarga berhubungan dlm kondisi pngaruh ganja mrzkn knikmatan yg luar biasa.kalo dilihat dari manfaat dan mudharat.tentu ganja lbh baik dr obt2an,minuman terlarang lainnya.

  • mindfreak

    sesuatu yang berlebihan yah ga baik jg lah..correct me if im wrong :)

    • koboibuta

      salah lo, makanya klo kebanyakan bagi2 lah…#crot

  • LonewoLf

    jangankan kebanyakan ganja,kbanyakan duit jg g baek ! kLo soal isu ganja bisa bwt gobLok,gw baLikin Lg k'sang penghisapNya.kLo mang gobLok y gobLok aje ! contohNye banyak banget orang" yg Qta kenaL tuh mempunyai intelegensi yg tinggi dengan geLar seAbrek tp menghisap ganja jg.back to basic aja menurut gw,yaitu kembali k'sifat dan sikap orang itu lg

    • Egy_virgiawan

      peduli loe .
      nyusahin loe emang bos .
      masing-masing ..
      tikus tikus negara udah banyak , masih mau aja di jajah .

      • Nikenjutex88

        seterah nya ajha lah bro.,,,,,,,,,,,,,,

  • ry.

    goblok ato tidak tu bukan karna ganjanya tapi kembali lagi ke kita sebagai pengguna.
    selama kita make ganja, hal-hal apa aja yang kita pelajari? hal2 baru apa aja yang kita dapat?
    kan efek dari ganja tuh klo gak salah waktu jadi lamaaa bgt tp sbnrnya otak kita yg pelan kerjanya.
    dari momen ini ak manfaatin buat nyoba ato nyari sesuatu yang baru, sesuatu yang ga bisa di kerjain pas otak lagi cepet kerjanya. seperti ngelukis, maen musik regge dan bersukur kpda Tuhan yg sudah menciptakan alam raya beserta isinya..

  • koboibuta

    everythin' depends on the user himself…
    klo ngisep cuma buat ikut2an ato cuma buat nampangin status sosial didalam suatu komunitas user(kaya ababil jaman sekarang), sama aja bodong lah…

  • Egy_virgiawan

    ganja .
    orang-orang yg di atas bisa di bilang MUNAFIK , maaf .
    bicara soal marijuana wahh kita sudah tidak heran lagi apa itu marijuana .
    menurut pengalaman yg saya dapat marijuana adalah suatu obat yg bisa di bilang kesenangan sesaat , knp begitu ?
    efek yg di dapat yahh seolah yg pertama masalah kita segunung dan tiba-tiba mencair , hilang ..
    yahh sedikit lihat hutang negara kita ..
    kalo bukan karena marijuana mungkin indonesia akan banyak tikus-tikus atasan ..

  • Doniajegile

    yang penting woyooooo men…

  • Yogidwisaputra

    saran gue buat yg udah kecanduan…
    gak usah dijadiin rokok klo mabok, dijadiin sayur aja biar gak mabok kayak di aceh tu.. blom pernah denger gue di aceh orang mabok abis makan siang pake sayur ganja..

    • badunk

       xixixiiiieeeee,,,,,, :)

    • Rama

      hehehe…
      makanyanya mas main ke aceh biar tau, gimana rasanya kl abis makan syur ganja…

  • Nikenjutex88

    mau ganja.,,.,.,.,., hb,..,.,,..,082171041203

  • Agam

    Enjoiiiiiii gan

  • chao sastrowardoyo

    ga usah repot, ganja ga berpengaruh apa2, malah bikin awet muda soalnya kita ketawa terusss !

  • Bobmarleytwints

    ganja buat gw bisa lebih pinteeer mandang sisi hidup ini ,. bisa buat lebih mengerti mana yg salah dan mana yg benar dalam hidup in ,.,. gak kaya orang berdasi yang mewakili rakyat yang cuman bisa bohong !! dasar rakuuus !!!

  • aryo_psd

    Hasseum…. pengen donk nyobain ganja…