Awalnya sebagai layaknya seorang mahasiswa saya mendapat tugas dalam mata kuliah Bahasa Inggris untuk menyampaikan speech (pidato) di depan kelas. Dosen saya mengatakan bahwa tema speech kami kali ini adalah peraturan pemerintah Indonesia yang masih menuai pro dan kontra karena dianggap belum tepat. Saya terdiam dan mendengar teman – teman saya berbincang mengenai tema yang akan mereka angkat, kebanyakan membahas soal BBM, UU Pornografi dan Korupsi. Dosen Bahasa Inggris saya (beliau seorang perempuan) mulai menanyakan kepada tiap mahasiswa dikelas mengenai tema apa yang akan mereka sampaikan, dan ada beberapa tema yang ditolak karena dianggap judul-judul jenuh. Hingga sampailah pertanyaan tersebut kepada saya, dan saya menjawab tema yang akan saya bawakan dalam speech saya adalah Legalisasi Ganja.

Kelaspun hening, mungkin mereka bingung, atau mungkin masing-masing dari mereka sedang bertanya-tanya dalam hati “seriously?” hingga akhirnya dosen mengatakan bahwa dia sangat tidak sabar mendengar speech saya di minggu yang akan datang.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang ganja yang saya dapat dari internet saya mulai menyusun isi dari speech yang akan saya sampaikan hingga saya mulai putus asa karena merasa argumen-argumen dan pengetahuan yang saya miliki belum cukup kuat. Hingga akhirnya saya mendapat saran dari salah seorang teman terdekat saya untuk membuka website Legalisasi Ganja untuk mendapatkan banyak pengetahuan.

Akhirnya tibalah hari dimana saya harus menyampaikan speech saya tersebut didepan forum. Materi sudah saya kuasai dengan baik, namun yang justru mengganggu pikiran saya adalah apakah speech saya ini akan membuat forum (yang isinya adalah teman-teman dan dosen saya) berpikir negatif terhadap saya (seorang perempuan) yang mengangkat tema yang cukup tabu yaitu ganja. Saya pikir saya harus tetap melakukannya, now or never…

Saya pun mulai berpidato, diawal pengenalan saya sudah mendapatkan perhatian dari seluruh forum. Pidato saya sangat lancar dan sesuai dengan yang saya harapkan. Setelah berpidato saya akan mendapatkan feedback atas pidato saya baik dari dosen maupun teman-teman. Inilah saat-saat yang saya khawatirkan.

Namun kekhawatiran saya berubah menjadi senyuman ketika dosen saya mengatakan “you are very brilliant, you should bring the speech in front of the government, you can make Indonesia prosperous with the advice you give to cannabis. I hope every student can lift the themes that are very good just like you.” (kurang lebih seperti itu).

Serentak forum bertepuk tangan untuk saya, dan saya merasa saya telah menyampaikan informasi dengan baik kepada mereka. Diakhir sesi dosen saya kembali memberikan tugas kepada kami, membawakan speech kembali di minggu selanjutnya dengan informasi yang lebih mendalam sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan oleh dosen. Semua teman-teman saya diminta untuk mengganti tema mereka dengan tema-tema yang lebih segar, tetapi saya, satu-satunya mahasiswa yang tetap diminta untuk menyampaikan tema yang sama dengan informasi yang lebih mendalam, yaitu mengenai pemanfaatan dan Legalisasi Ganja di Indonesia.

Mengedukasi orang banyak adalah hal yang mudah, mengedukasi dengan bahasa dan cara penyampaian yang tepat cukup sulit, namun menurut saya merubah mindset adalah yang paling sulit. Saya memberanikan diri untuk mengedukasi forum dalam lingkungan pendidikan, saya berharap tiap orang yang mendengarkan speech saya akan mengedukasi orang-orang sekitarnya sehingga kekeliruan mengenai ganja sedikit demi sedikit akan berkurang.

Mari edukasi diri sendiri kemudian edukasi orang-orang disekitar kita. Memulai dengan cara yang kecil lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Seperti yang saya sampaikan dalam twitter saya kepada @legalisasiganja “God never created anything without purpose and specific benefit”. Sukses untuk kita semua :)

Penulis: Paula
“ingin berbagi pengalaman dengan teman-teman mengenai edukasi ganja yang pernah saya lakukan di lingkungan kampus saya Politeknik Negeri Jakarta (Politeknik UI) tahun lalu.”

Tagged with: