Edukasi Bulanan Juli 2012d

Edukasi LGN Bulan Juli 2012: Ganja dan Spiritualitas Islam

Sabtu 28/7 Edukasi bulanan LGN mengambil topik ganja dari pandangan spiritual Islam. Narasumber adalah Ustad Machsun Al Faqir dari Pusat Kajian Spiritualitas Islam. Edukasi LGN yang berketepatan di bulan Ramadhan ini mengupas banyak hal mengenai tanaman ganja dalam pandangan Islam yang mengacu pada ayat-ayat Al Quran. Mengenai haram atau halal, boleh tidaknya, legal atau ilegal dikupas tuntas oleh ustad lulusan Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada ini.

Acara dimulai jam 15:00 dengan pemutaran film tentang ganja sambil menunggu undangan dan narasumber datang. Setelah narasumber dan hadirin memenuhi ruangan, acara langsung dibuka dengan kata sambutan dari Dhira dan Irfan dilanjutkan oleh Ustad Machsum yang memulai pembicaraan dengan bercerita tentang dirinya dan pandangan pribadinya terhadap ganja.

Ustad Machsun mengatakan ketika ia bertemu salah satu notulen dari MUI ketika berbicara di Paso tentang fatwa, bahwa ganja disebut haram karena ganja masuk kedalam golongan narkotika dalam undang-undang . Ustad Machsun mengatakan tidak ada di dalam AlQuran, kaidah Islam, syariat Islam, atau aturan apapun juga yang mengatakan bahwa apa yang keluar dari tanah diharamkan. Ketika berbicara mengenai mengapa Khamr diharamkan, ada ilustrasi yang menarik. Jika buah durian disimpan dalam lemari es maka akan menjadi alkohol. Apakah buah durian itu haram?

Pak Ustad mengingatkan bahwa perjuangan ini harus memiliki landasan,sebab perjuangan ini mungkin saja akan berlangsung lama. Ia berpesan kepada teman-teman di LGN untuk menata ulang landasan perjuangan ini. Keikhlasan sebuah perjuangan yaitu ketika kita sudah meletakkan sebuah landasan. Legalisasi ganja bukan berarti harus tahun ini atau duaratus  tahun lagi. Karena kalau seperti itu berarti perjungan legalisasi ini sebuah nafsu.

Edukasi bulanan diakhiri dengan buka puasa bersama sambil menikmati hidangan dan minuman berbuka. Jumlah peserta yang hadir tercatat 78 orang, jumlah ini lebih banyak dibanding Edukasi LGN Bulan Juni 2012 yang dihadiri 31 orang. (cpt)

Catatan
Untuk mengetahui lebih lengkap penjelasan Ustad Machun Al Faqir mengenai ganja menurut hukum dan spritualitas Islam, silahkan download tautan ini: file.amr

Update! Video Youtube

Ustad Machsun Al Faqir memberikan sedikit pencerahan mengenai keterkaitan pohon ganja dan islam. Pohon ganja untuk dimanfaatkan sebagai sumber sandang, pangan dan papan pastinya halal. Bagaimana kalau digunakan untuk kebutuhan rekreasi?

  • Guest

    Pandangan pribadi hanya 1 orang ustadz, tidak boleh dijadikan landasan hukum halal,

  • Chayudi J.Hidayat

    Sebuah pandangan pribadi hanya dari 1 orang ustadz TIDAK BOLEH DIJADIKAN LANDASAN HUKUM haram/halal, seharusnya dari Jumhur ulama atau Ijmak ulama, Jumhur maksudnya majoriti ulama mengeluarkan pendapat bagi permasalahan tertentu, Ijmak maksudnya keseluruhan/kesepakatan semua ulama dlm mengeluarkan/memberi hukum terhadap permasalahan tertentu.

    Contoh:

    ada 1.000 orang ulamak yg faqih lagi tsiqah.

    999 ulama menyatakan A, hanya ada 1 org ualama menyatakan B, maka 999 orang itu dikatakan jumhur ulamak. sedangkan bila 1.000 org ulama menyatakan A, maka, pendapat A adalah ijmak ulama.

    JANGAN GEGABAH,.. ini menyangkut umat

  • Guest

    Sebuah pandangan pribadi hanya dari 1 orang ustadz TIDAK BOLEH DIJADIKAN LANDASAN HUKUM haram/halal,

    lebih baik dari Jumhur ulama atau Ijmak ulama.
    Jumhur maksudnya majoriti ulama mengeluarkan pendapat bagi permasalahan tertentu, sedangkan Ijmak maksudnya keputusan bulat dlm mengeluarkan/memberi hukum terhadap permasalahan tertentu.

    Contoh:
    ada 1.000 orang ulama yg faqih lagi tsiqah.
    999 ulama menyatakan A, hanya ada 1 org ulama menyatakan B, maka 999 orang itu dikatakan jumhur ulamak.
    Sedangkan bila 1.000 org ulama menyatakan A, maka, pendapat A adalah ijmak ulama.

    JANGAN GEGABAH, kalian semua belajarlah dari orang-orang yang sholeh (ulama), di Indonesia sudah ada saluran mengenai masalah ini, tanyalah/ belajarlah ke MUI, kalau tidak suka MUI silahkan mencari ulama-ulama atau pesantren-pesantren yang banyak tersebar di bumi Indonesia, jangan hanya dari satu atau sedikit ulama untuk permasalahan tertentu

  • Chayudi J.Hidayat

    Sebuah pandangan pribadi hanya dari 1 orang ustadz TIDAK BOLEH DIJADIKAN LANDASAN HUKUM haram/halal.

    lebih baik dari Jumhur ulama atau Ijmak ulama.
    Jumhur maksudnya majoriti ulama mengeluarkan pendapat bagi permasalahan tertentu, sedangkan Ijmak maksudnya keputusan bulat dlm mengeluarkan/memberi hukum terhadap permasalahan tertentu.

    Contoh:
    ada 1.000 orang ulama yg faqih lagi tsiqah.
    999 ulama menyatakan A, hanya ada 1 org ulama menyatakan B, maka 999 orang itu dikatakan jumhur ulama.
    Sedangkan bila 1.000 org ulama menyatakan A, maka pendapat A adalah ijmak ulama.

    JANGAN GEGABAH, kalian semua belajarlah dari orang-orang yang sholeh dan berilmu (ulama), di Indonesia sudah banyak saluran mengenai masalah ini, tanyalah/ belajarlah ke MUI, kalau tidak suka MUI silahkan mencari ulama-ulama atau pesantren-pesantren yang banyak tersebar di bumi Indonesia, jangan hanya dari satu atau sedikit ulama untuk permasalahan tertentu, berat pertanggung jawabannya di hadapan Allah nanti

  • Chayudi J.Hidayat

    Tidak semua orang boleh ber-ijtihad (mencari hukum),

    dalam berijtihad hendaklah dilakukan dengan sungguh-sungguh, artinya mujtahid juga harus memiliki kemampuan dari berbagai aspek, kriteria seorang mujtahid agar hasil ijtihadnya bisa menjadi pedoman bagi orang banyak, Seseorang yang menggeluti bidang fiqh tidak bisa sampai ke tingkat mujtahid kecuali dengan memenuhi beberapa syarat. Adapun syarat-syarat nya adalah:

    (1). Mengetahui al-Quran (Mengetahui Asbab al-nuzul, Mengetahui nasikh dan mansukh)
    (2). Mengetahui As-sunnah (Mengetahui ilmu diroyah hadits, Mengetahui hadis yang nasikh dan mansukh, Mengetahui asbab al-wurud hadis)
    (3). Mengetahui bahasa Arab, Seorang mujtahid wajib mengetahui bahasa Arab, teks otoritatif Islam menggunakan bahasa Arab. Hal ini tidak lepas dari bahwa teks otoritatif Islam itu diturunkan menggunakan bahasa Arab.
    (4). Mengetahui tempat-tempat ijma’
    (5). Mengetahui ushul fiqh
    (6). Mengetahui maksud dan tujuan syariah
    (7). Bersifat adil dan taqwa

    Masalah ini tidak semudah berilustrasi dengan buah durian disimpan dalam lemari es maka akan menjadi alkohol. Apakah buah durian itu haram? atau Air yang baik bila diminum 1 gentong juga bisa memabukkan, dll.