Pat Robertson, seorang evangelis (penginjil) yang dikenal sebagai pengasuh acara televisi siaran Kristen “The 700 Club “ dan pendiri Christian Broadcasting Network (CBN) menyatakan dukungannya untuk legalisasi ganja.
“Saya sangat setuju bahwa kita seharusnya memperlakukan ganja sama seperti kita memperlakukan minuman alkohol,” demikian pernyataan Robertson dalam sebuah wawancara pada hari Rabu (7/03). “Saya tidak pernah pakai ganja dan saya tidak berniat untuk mencobanya, tapi pernyataan saya ini merupakan sebuah kesimpulan dari ketidakberhasilan perang melawan narkoba.”
Pernyataan Pat Robertson disiarkan melalui acara The 700 Club, sebuah program acara televisi dari Christian Broadcasting Network (Jaringan Penyiaran Kristen). Dulu pada tahun 2010 Pat pernah mengemukakan pernyataan yang sama dan ditolak para pengikutnya. Kini Pat Robertson kembali mengulangi pernyataan dukungannya untuk legalisasi ganja dengan alasan bahwa ini adalah cara untuk mengatasi masalah yang sebenarnya, yaitu meningkatnya jumlah tahanan di penjara dan tingginya biaya sosial.
“I believe in working with the hearts of people, and not locking them up,”.
Pernyataan Pat Robertson disambut baik para pendukung legalisasi ganja dan menjadi pernyataan yang potensial dalam upaya menghapus hukuman bagi pengguna ganja yang mana warga Colorado dan Washington akan menentukannya dalam sebuah pemilu inisiatif (pemilu lokal di negara bagian) pada bulan November 2012 nanti.
Pat Robertson mengatakan bahwa ia mendukung langkah-langkah pemungutan suara inisiatif, meskipun ia tidak akan kampanye untuk itu.
Pernyataan Pat mengundang perdebatan, mengingat karirnya yang panjang sebagai seorang pembicara. Pat Robertson biasa berbicara dengan mendukung nilai-nilai keluarga konservatif. Tetapi para pendukung reformasi UU narkotika mengatakan bahwa pernyataan Pat membawa gairah baru dan bisa membantu dalam mempengaruhi pemilih konservatif dan pemimpin agama lainnya untuk mendukung perjuangan mereka.
“Pat Robertson memiliki pemirsa jutaan orang, dan mereka menghormati apa yang dikatakannya,” demikian menurut Ethan Nadelmann, direktur eksekutif Drug Policy Alliance, sebuah organisasi yang mengadvokasi UU narkotika ke arah yang lebih liberal.
Pat Robertson mengatakan bahwa tidak ada peristiwa atau momen tertentu saat ia mengatakan dukungannya untuk legalisasi ganja. Sebaliknya, ini merupakan keyakinannya bahwa negara telah melakukan kesalahan pada konsep kekerasan dan kejahatan.
Pat Robertson mengatakan, “Ini benar-benar di luar kendali, penjara menjadi penuh sesak dengan anak-anak pelaku kejahatan yang berkaitan dengan narkoba. Penerapan denda, hukuman maksimum, dan bahkan orang bisa dijatuhi hukuman 10 tahun penjara hanya karena memiliki dan menggunakan ganja. Ini sangat tidak masuk akal sama sekali.”
Pernyataan Pat juga disambut oleh beberapa pemimpin agama lainnya, terutama yang berasal dari masyarakat kulit hitam Afrika-Amerika yang telah lama secara tidak adil ditargetkan dalam kasus narkoba.
Iva E. Carruthers, sekretaris umum organisasi Samuel DeWitt Proctor Conference, sebuah kelompok di Chicago yang mewakili ratusan anggota kulit hitam, menanggapi pernyataan Pat Robertson: “Jika anda seorang eksekutif dari Hollywood yang memiliki banyak uang, anda akan diperlakukan berbeda daripada jika anda seorang anak miskin yang turun dari angkutan umum dan bisa langsung ditangkap.”
“Saya berharap sikap Pat akan bergerak ke konstituen yang lebih besar dari evangelis lain yang dipimpinnya,” kata Iva E. Carruthers.
Iva berkata bahwa dia secara pribadi mendukung legalisasi ganja, “Saya pikir mereka akan setuju jika mereka mengerti fakta-fakta seperti yang saya lakukan,” katanya kepada pemimpin injili lainnya.
Sementara itu, Pat Robertson mengatakan ia tidak bermaksud mendorong orang lain untuk menggunakan narkoba dengan cara apapun, hanya saja ia melihat sedikit perbedaan antara ganja dan minum alkohol.
“Jika seseorang pergi ke sebuah toko minuman keras dan membeli sebotol alkohol dan minum di rumahnya secara legal, lalu mengapa kita mengatakan bahwa mengkonsumsi ganja, entah bagaimana, disebut sebagai tindakan kriminal?” Katanya.
Franklin, seorang yang beragama Kristen mengatakan posisi Pat Robertson sebenarnya sudah sejalan dengan Alkitab. “Jika anda mengikuti ajaran Kristus, anda tahu bahwa Kristus adalah orang yang penuh kasih. Dia tidak akan menghukum atau memenjarakan orang karena melakukan pelanggaran tanpa kekerasan.”
Walaupun demikian, Pat Robertson mengatakan bahwa dia tidak pernah mengatakan bahwa ganja ada di dalam Alkitab.
Pat mengatakan dukungannya untuk legalisasi ganja telah menyebabkan dia diserang oleh mereka yang berpikir bahwa legalisasi ganja itu sesuatu yang mengerikan. Pat mengatakan ia tidak khawatir akan hal itu.
“Saya hanya ingin berada di sisi kanan, dan mengenai legalisasi ganja, saya yakin bahwa saya ada di sana.” (cpt)




