Vaporizer (thermal conduction)

Menggunakan Ganja Dengan Vaporizer

Vaporizer atau vapouriser adalah alat yang digunakan untuk mengekstrak inhalasi bahan aktif dari bahan tanaman, biasanya ganja, tembakau atau tanaman obat (herbal) atau campuran bahan tanaman.

Vaporizer (thermal conduction)

Vaporization atau penguapan adalah cara alternatif untuk pembakaran (merokok) yang dapat menghindari produksi bahan kimia beracun dan karsinogenik yang terdapat pada bahan (tanaman) dengan cara memanaskan elemen pada vaporizer sehingga senyawa aktif mendidih dan menjadi uap. Pembakaran tidak terjadi, sehingga tidak ada asap atau rasa asap terasa. Uap idealnya berisi partikel hampir nol dari Tar dan menghasilkan konsentrasi yang secara signifikan lebih rendah dari gas beracun seperti karbon monoksida. Vaporizer memiliki berbagai bentuk ruang ekstraksi seperti straight bore, venturi, atau sequential venturi. Biasanya vaporizer terbuat dari bahan seperti logam atau kaca. Uap yang diekstraksi bisa dikumpulkan dalam botol atau kantong karet kemudian dihirup atau dapat juga dihirup langsung melalui selang atau pipa. Dengan proses penguapan tanpa ada asap yang dihasilkan pada temperatur yang lebih dingin, hanya sedikit material yang diperlukan untuk menghasilkan efek yang diinginkan. Dengan demikian, bahaya iritasi dan efek yang menjengkelkan seperti asap rokok dapat dihindari.

Vaporizer (convection)

Klasifikasi
Alat penguap (vaporizer) yang baik menggunakan elemen pemanas listrik, biasanya memiliki fitur untuk mengendalikan suhu termostatik. Model vaporizer yang “high-end” kemungkinan berharga sekitar ratusan dollar AS.

Secara luas, vaporizer dapat diklasifikasikan berdasarkan cara memanaskan zat:

Dengan konduksi: Dalam keadaan panas, substansi yang ditempatkan pada pelat logam yang dipanaskan akan melepaskan konstituen aktif.

Dengan konveksi: Dalam proses pemanasan konveksi, substansi tidak pernah menyentuh elemen pemanas. Sebaliknya, udara panas melewatinya dan pemanasan berlangsung dengan cepat sehingga memungkinkan pelepasan konstituen aktif.

Metode pemanasan konveksi melepaskan lebih banyak konstituen aktif dibanding pemanasan konduksi. Beberapa model vaporizer konveksi atau vaporizer yang menggunakan sistem penguapan dengan tongkat pemegang pemanas yang terbuat dari elemen kaca membentuk pusaran yang bila disatukan dengan mangkuk pada pipa air atau ketika disatukan dengan mangkuk penguapan khusus, memungkinkan pengguna untuk dapat menarik udara ambien melewati permukaan pemanas yang terbuat dari kaca itu dalam mangkuk. Uap yang diekstraksi dengan melewati pipa biasanya didinginkan dengan air dan atau es untuk pendinginan, kemudian uapnya dihirup oleh pengguna.

Balon Vaporizer (convection)

Banyak vaporizer konveksi menggunakan drawtube yang fleksibel berbentuk panjang seperti cambuk di mana pengguna menghirup uap dengan mengurangi suhu pada saat uap masuk. Beberapa jenis vaporizer menggunakan corong dan pembungkus uap yang berbentuk seperti balon. Uap ditiupkan ke dalam pembungkus kemudian pengguna melepaskan pembungkus dari vaporizer dan menghirup isinya. Corong penghirup ditempatkan antara balon pembungkus dan vaporizer supaya dapat mendinginkan uap yang masuk ke mulut pengguna dengan air atau es.

Dengan pemanasan radiasi: substansi atau zat menyerap energi radiasi dan suhunya menjadi naik. Energi tersebut dapat dihasilkan dari pemanasan yang terjadi di sekitarnya, atau dari sumber cahaya terang seperti matahari. Alat penguap dengan radiasi memungkinkan terjadinya pemanasan seragam pada zat/subsansi tanpa mengurangi uap, sehingga dapat menghasilkan efek medis berkualitas tinggi. Sebuah pipa dan kaca pembesar pada saat matahari bersinar terang dapat menjadi penguap radiasi yang memadai.

Vaporizer (Radiation)

Penelitian Ilmiah
Penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan ganja dengan cara diuapkan dapat menghasilkan kualitas penggunaan ganja yang aman dari zat yang berbahaya yang biasa dihasilkan dari penggunaan ganja dengan cara dibakar seperti rokok.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Psychopharmacology pada bulan Mei 2008 meneliti kegunaan vaporizer untuk memasukkan THC (tetrahydrocannabinol) ke dalam tubuh dalam bentuk uap. Kadar THC meningkat dari 2 sampai 8 miligram yang diberikan dengan interval 90 menit pada 12 orang laki-laki. Jumlah ini sangat rendah diantara variabilitas pada konsentrasi plasma THC. Karakteristik penguapan merupakan metode yang cocok untuk pemberian THC pada manusia.

Pada tahun 2007 sebuah studi di University of California, San Francisco yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Neurology meneliti khasiat alat penguap yang memanaskan ganja sampai suhu antara 180 °C (356 °F) dan 200 °C ( 392 °F) derajat dan ditemukan:

Menggunakan CO sebagai indikator, nyaris tidak ada dampak buruk dari hasil penguapan dengan menggunakan perangkat vaporizer. Sejak vaporizer dapat menghasilkan efek THC dengan jumlah yang lebih yg lebih baik dari cara merokok dan dalam bentuk pil, perangkat ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam terapi yang menggunakan THC.

Pada tahun 2006 sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Universitas Leiden menguji vaporizer dengan menggunakan THC murni dan menemukan bahwa:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengiriman cannabinoid yang aman dan efektif dapat digunakan untuk mengobati pasien yang membutuhkan medical marijuana. Penyerapan pulmonal akhir dari THC adalah sebanding dengan penggunaan ganja yang dihisap seperti rokok. Vaporizer dapat menghindari kerugian akibat menggunakan ganja dengan cara dihisap seperti rokok.

Bila menggunakan bahan tanaman selain THC, komponen tanaman lain tersebut termasuk terpenoid dapat terdeteksi. Namun, dengan menggunakan THC murni dalam vaporizer, tanpa produk yang terdegradasi (D8-THC, CBN, atau senyawa yang tidak diketahui) akan terdeteksi dengan analisis HPLC. Selain itu, dengan menggunakan THC murni, bagian substansial yang lebih besar dari THC dapat terkirim melalui proses penguapan.

Para peneliti yang menganalisa uap yang dihasilkan vaporizer dengan pengiriman ganda mengatakan bahwa cara penguapan tersebut dapat mengirim THC dari 36% sampai 61%. Sebuah penelitian menggunakan cannabinoid murni dapat menghasilkan maksimum 54%. Studi mengenai cara mengkonsumsi ganja dengan cara merokok dengan menggunakan alat penghisap rokok, dalam berbagai kondisi, durasi maupun kecepatan embusan udara dapat menghasilkan efisiensi yang sangat mirip dari 34% menjadi 61%. Oleh sebab itu pengguna dapat mencapai efek yang diinginkan dengan jumlah yang sama dari bahan seperti ketika merokok. (cpt)