Acara launching buku Hikayat Pohon Ganja dihadiri banyak pengunjung. Mereka datang dari berbagai komunitas dan masyarakat umum. Pandji Pragiwaksono selaku moderator turut meramaikan suasana dengan guyonannya yang menggelitik. Namun sayangnya tiga narasumber yang turut membuka kata pengantar buku HPG tidak hadir. Prof. Komaruddin Hidayat, Prof. Irwanto, Ph.D dan Dr. Bagus Takwin, S.Psi., M.Hum berhalangan hadir. Tetapi Prof. Irwanto, walaupun ia tidak hadir, beliau menitipkan rekaman video yang berisi komentar dan pendapatnya mengenai HPG.

Pembukaan dan Kata Sambutan
Pembina LGN, Bpk. Iwan Jusack membuka peluncuran buku HPG dengan bercerita sekilas tentang buku dan terbentuknya LGN. Om Iwan, panggilan akrab beliau, mengatakan bahwa ia sendiri heran mengapa buku ini baru terbit sekarang, sedangkan buku HPG sebenarnya sudah rampung sejak dua tahun yang lalu. “Buku HPG akhirnya diterbitkan oleh PT. Gramedia dan ini sangat membanggakan bagi saya,” ujar Om Iwan. Sebagai sebuah perusahaan penerbitan besar di Indonesia, Gramedia tentu mempertimbangkan dahulu segala aspek yang akan terjadi pada buku HPG ini sebelum akhirnya mau menerbitkannya. Dengan diterbitkannya HPG oleh PT. Gamedia, diharapkan buku ini akan dengan cepat menyebar keseluruh wilayah Indonesia.

Pada kesempatan kedua, Direktur PT. Gramedia, Bpk Wandi S. Brata mengemukakan alasannya mengapa ia mau merilis buku HPG. Bpk Wandi berkata, “Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, kadang perlu ada kontroversi, seperti informasi yang tertulis dalam buku HPG.” Pak wandi menjelaskan bahwa PT. Gramedia biasanya menerbitkan buku dengan pertimbangan yang umum, namun Gramedia juga menerbitkan buku dengan pertimbangan tertentu. “Kami menerbitkan buku yang kontroversial ini bukan karena kami suka, tapi kita akui bahwa di dunia ini ada orang-orang ‘gila’ yang tampil merubah dunia. Seperti Nicholaus Copernicus yang mengatakan bahwa Bumi lah yang mengitari Matahari, sedangkan pada saat itu Gereja mengatakan bahwa Matahari yang mengelilingi Bumi dengan alasan Bumi tempat kita hidup ini berperan sebagai pemimpin di Antariksa. Akibatnya Nicholaus dipenjara dan diasingkan sampai akhir hayatnya. Setelah tehnologi semakin maju dan membuktikan perkataan Nicholaus, keluarga kerajaan yang dulu menghukum Nicholaus mendapat malu sampai anak cucu. Selain itu Bpk Wandi juga mengutip ayat-ayat suci Al-Quran yang dikutip dari isi kata pengantar dari Prof. Komaruddin Hidayat. Dalam kata pengantarnya Prof. Komaruddin menjelaskan mengenai pengertian haram dan kaitannya dengan pohon ganja.

Dhira Narayana selaku ketua LGN dan penulis buku HPG melanjutkan acara dengan memperkenalkan organisasi LGN serta visi dan misinya. Perjuangan yang dilakukan LGN bertujuan untuk memanfaatkan tanaman ganja seluas-luasnya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Salah satu misi LGN yaitu Edukasi. Dengan diterbitkannya buku HPG ini maka masyarakat Indonesia dapat teredukasi tentang pemanfaatan tanaman ganja. “Buku HPG ini unik, jika buku ini terbit di abad 18 dimana saat itu ganja masih legal, mungkin buku ini menjadi buku yang biasa-biasa saja. Tapi ketika buku ini terbit di abad ke 21, maka buku ini jadi sesuatu yang mengejutkan, ujar Dhira sambil lanjut ke pembedahan isi buku dari tiap bab.

Oleh karena ketidakhadiran narasumber, maka acara dilanjutkan Pandji dengan bercerita seputar ganja dalam balutan komedi. Pandji berkelakar mengenai kelakuan pengguna ganja dan disambut dengan tawa dari pengunjung. Dhira dan Pandji memimpin acara ini sampai selesai selama 2 jam. Dalam kesempatan itu di buka sesi tanya jawab langsung kepada hadirin. Pandji meminta pengunjung mengacungkan tangannya untuk bertanya.

Sesi Tanya Jawab
Penanya pertama bernama Ibe, ia bertanya, ”kenapa kalau kita membahas soal ganja, selalu yang dibicarakan tentang penggunaan ganja yang dihisap atau nyimeng?” Dhira menjawab, “Mungkin mereka tidak punya alasan lain utuk menjelek-jelekkan ganja”.

Kuntoro, koordinator Komunitas Kand Koed bertanya, “Sebelum tahun 1937 Ganja merupakan komoditi yang legal, tetapi setelah tahun 1961 menjadi ilegal.” Pertanyaan Kuntoro dijawab oleh Pandji dengan mengatakan bahwa Amerika dulu pada masa krisis ekonomi pernah mewajibkan petani di negaranya untuk menanam ganja dan setelah itu melarangnya dengan pertimbangan kesehatan. Sejarah pelarangan ganja dimulai di Amerika Serikat kemudian diikuti oleh dunia Internasional setelah Konvensi Tunggal PBB 1961. Dhira menyarankan, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah ganja, silahkan baca buku HPG.

Kesempatan bertanya selanjutnya diberikan kepada  Karna Tiranda, namun kali ini bukan pertanyaan tetapi ia memberi masukkan tentang pentingnya pendidikan khusus mengenai ganja. Dhira mengatakan, dengan diterbitkannya buku HPG, pendidikan mengenai ganja dapat segera terlaksana.

Salah satu hadirin yang bernama Mochtar juga tidak bertanya namun ia mengusulkan untuk dibuat semacam diskusi yang membedah masalah pelarangan ganja menurut ketentuan UN Single Convention 1961.

Seorang mahasiswa bernama Apri bertanya. “Maukah LGN masuk ke kampus-kampus untuk menjelaskan semua ini ke mahasiwa? Efektifkah buku HPG ini untuk membuka mindset masyarakat? Dhira menjawab, “Buku ini belum terbukti efektif tidaknya dalam membuka mindset masyarakat karena buku ini baru saja terbit, jadi kita lihat saja nanti.” Mengenai tantangan yang diberikan Apri kepada LGN untuk mendatangi kampus-kampus, seluruh anggota LGN berkata siap untuk itu.

Iman, aktivis napza dari Gerakan Korban Napza Banten (GKNB) menanyakan kesiapan LGN dalam sisi advokasi terhadap pengguna ganja yang masih harus berhadapan dengan UU Narkotika. Banyak perlakuan yang tidak manusiawi pada saat petugas menangkap pengguna ganja. Ganja masuk ke dalam golongan 1 narkotika, bagaimana langkah LGN untuk mengeluarkan ganja dari golongan narkotika? Apakah dengan menggelar Juridisial Review UU Narkotika 2009? Sedangkan untuk itu harus ada syarat-syarat khusus seperti adanya desakan masyarakat. Dhira menjawab, LGN sekarang ini sedang dalam poses pembentukan team advokasi untuk mengatasi masalah para pengguna ganja yang kerap jadi korban akibat pasal-pasal dalam UU narkotika dan meminta pemerintah untuk segera mereformasi UU Narkotika di Indonesia.

Penanya terakhir datang dari seorang yang bernama Nirwanda, ia bertanya bagaimana cara LGN mengedukasi masyarakat mengenai produk-produk Hemp? Dhira menjawab, kami melakukan semua edukasi melalui website, brosur dan buku. Selama ini dengan menggunakan media-media seperti itu sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai Hemp dapat berjalan dengan efektif.

Sebelum menutup acara Dhira menambahkan, “negara kita harus berani bereksperimen dengan regulasi  untuk melawan perdagangan gelap ganja.”

Acara ditutup dengan pembagian buku HPG secara gratis kepada 3 penanya terbaik dan sesi foto LGN bersama anggota dan pengurus. (cpt)

Tagged with:
 
  • Saifan Ifan

    Saluuuutttt buat Kalian Semua,,, jempol dechhh…
    Boim di Nanggroe Atjeh Darussalam…:)

  • joni

    Saya sudah pernah ketemu orang2 Lingkar GAYnja ini,,
    Saya juga
    pernah lihat orang2 kampungan ini dalam Apa Kabar Indonesia Pagi,,
    orang2nya
    kalo bicara seperti orang mabok,,, mirip Bimbim slank,,

    MasyallaH,,,

    apakah
    ini yang diinginkan generasi muda?? 

    • legalize it don’t criticize it

      *troll detected*

    • herojuana

      komen lo yg kampungan bre.. termasuk otak lo ok tq

    • Dhira

      Sebelum saya bicara lebih jauh, Joni telah saya maafkan lebih dahulu. :)

      apakah “ini” yang diinginkan oleh generasi muda? boleh tolong dijelaskan maksud kata “ini”? kalau yang Anda maksud “ini” adalah legalisasi ganja, tolong dijelaskan, sehingga kami bisa mengambil pelajaran dari pemikiran Anda.

      salam…

      • joni

        Terimakasih sudah memaafkan meski saya merasa tidak ada yang salah dengan ucapan saya karena saya menulis berdasar fakta.. “ini” yang saya maksud adalah generasi muda yang kalo diajak ngobrol dan diskusi sering tidak fokus dan seperti orang teler.

        salam

    • Rockinflowie

      “gay” & “kampungan”? wow, anda senang menjudge org yaa?? lagipula, apa  masalahnya dg “gay” n “bimbim slank”? itu bukan porsi anda untuk menjudge bung.. sudah baca bukunya dan meihat fakta2 yg lainnya belom?? setuju atau tidak setuju itu prinsip org, silahkan saja.. tp jangan sampai menjudge org doonk.. anda bukan Tuhan!

      • joni

        Saya bilang gay karena biasanya orang2 liberal kayak gini juga pendukung gerakan sesama jenis. Kalo anda menginterpretasikannya secara negatif ya itu anda sendiri lho ya bukan saya hehe
        Saya bilang kampungan karena tampilan orang2 ini menurut saya memang seperti orang desa/kampung. Baju kumel, celana sobek, dan sendal jepitan.  Kalo saya bilang mereka orang kotaan kan malah aneh,,hehe
        Dan soal bimbim slank saya tidak bermaksud menghina dia, lagi2 itu persepsi anda sendiri,, Saya cuma menyampaikan apa adanya bahwa saat ngobrol dengan orang LGN saya merasa ada kesamaan dengan gaya bicara bimbim, thats all,, ^_^

        dont take it serous l,, cimeng kan katanya bikin PEACE,, hueheh

        • Rockinflowie

          “Saya bilang gay karena biasanya orang2 liberal kayak gini juga pendukung gerakan sesama jenis” >>> lalu knpa?? itu kan prinsip mrk? mengapa dipermasalahkan?? 

          “Saya bilang kampungan karena tampilan orang2 ini menurut saya memang seperti orang desa/kampung. Baju kumel, celana sobek, dan sendal jepitan” >>> lalu kenapa?? pernah dengar “dont judge a book by its cover?” mereka ingin tampil seperti itu ya biarkan saja, ko anda yg repot?

          apa anda yakin saya yg menginterpretasikannya secara negatif? hear yourself!

          Wah, santai saja, mengomentari komen anda bukan berarti saya tdk PEACE, hanya saja saya tidak bisa berdiam diri membaca komen anda yg saya rasa sangat negatif & menghakimi org. 

          • joni

            haha, lha itu anda sendiri yang bilang bahwa komen saya terasa sangat negatif dan menghakimi. gimana sih boss?
            itu anda sendiri yang merasa, kalo saya sih merasa biasa aja karena memang itu apa adanya tidak dibuat-biat,,

            Soal gay saya tau itu memang prinsip mereka, maka dari itu saya panggil mereka Gay, kalo saya penggil mereka anti-Gay kan mungkin justru menyinggung

            Soal kampungan itu saya tidak sedang judging the book by its cover,,saya kan tidak berpendapat mereka kerjanya nyangkul sawah meski tampilannya mirip orang kampung,, saya cuma judge the cover doang tanpa judge isinya,

            gimana boss?udah konek? tadi nyimeng ya boss?
            huehe

          • Rockinflowie

            hear hear! 

          • joni

            boss, sebaiknya sampeyan berhenti nyimeng deh,, kagak nyambung soalnya,,
            hehe

          • Rockinflowie

            darimana anda tahu saya nyimeng?? haha! memang susah ngobrol ma org pers, senangnya membolak balikkan fakta.. 

          • joni

            alhamdulillah kalo ga nyimeng,,
            BTW kok sekarang malah sampeyan yang ngeJUDGE orang pers??HAYOOOO,,,,,
            hihihi

          • Rockinflowie

            “memang susah ngobrol ma org pers” bukan berarti saya menjudge org pers kalee.. dari mana pula?? wew! Selamat, anda sudah saya maafkan, silahkan anda komentar terus, tdk ada gunanya menanggapi sesuatu yg negatif. salam!

          • joni

            @1008cf0e62324f8f7c85f1cb2098f1c1:disqus  :”org pers, senangnya membolak balikkan fakta..  ”

            hihihi, ini mah jelas2 JUDGEMENT boss,, sebaiknya anda belajar lagi boss sebelum komen,,hehe

          • Crazy Diamond

            rockinflowie : biarkanlah let people speak… kebodohan membuat orang menghakimi tanpa alasan. Maka dari itu manusia harus membaca & mencari tahu – siapapun itu, seorang kumal, gay, orang kantoran, presiden, tuakng bajigur, dll…  biarin si Joni…

          • joni

            Ane memberi judgement berdasar alsan boss,, baca komen ane paling atas,, ane pernah ketemu langsung dan ngoborl sama sampah masyarakat aktivis LGN ini,,,

  • Mikael Teguhjaya

    Salute!!! membuka pemikiran sempit dan mata yang selama ini terdoktrin negatif yang tidak jelas :)

    • joni

      Jangan keburu seneng boss,, jangan2 buku ini juga berisi doktrin negatif yang kelihatan positif,, :)

      • crazy diamond

        gerakan legalisasi ganja ini juga memang ditakutkan bias bentuknya, karena mungkin yang sangat gencar adalah orang yang suka “nyimeng” doang. Tapi saya yakin gerakan ini bukan main-main, sebaiknya Anda juga baca jika Anda memang seseorang yang bersikap positif.  Untuk menyatakan ganja “salah” atau “benar” perlu kita edukasi diri kita dulu.

        • joni

          silakan anda punya keyakinan begitu,, tapi saya juga punya keyakinan sendiri bahwa aktivis LGN ini orang2 munafik yang hanya mikirin cimeng,,omong kosong kalo mereka memperjuangkan ganja untuk medis atau industri,,

  • Thelostofmylife

    NYESEL gak jd hadir n ikut berpartisipasi di antara kalian…

    gara2 tiket kreta ke jkt ludes..
    tp alhamdulillah aku uda punya bukunya…

  • joni

    Saya langsung to the point aja:
    Saya bisa menerima pelegalan ganja untuk industri dan medis TAPI TIDAK DENGAN PELEGALAN GANJA UNTUK REKREASI (NYIMENG)..

    Saya tau orang2 LGayN ini boss,, mereka ini rata2 pengguna cimeng,,
    mereka ini MUNAFIK karena sebenarnya yang mereka inginkan dari pelegalan
    ganja ini adalah supaya mereka bisa nyimeng tanpa sembunyi2 lagi,,
    alasan medis dan industri adalah alasan yang mereka buat2,,,Bullsh*t!

    SAYA BERANI TARUHAN KALO PELEGALAN GANJA INI TIDAK MENCAKUP GANJA REKREASI, 80% DUKUNGAN KEPADA LGayN AKAN HILANG,,,

    • Hasan

      saya bukan anggota LGN, (saya suka nyimeng) trus apa se salahnya orang nyimeng?? kok kayaknya anda ndak suka dengan orang yang suka cimeng, kalo ndak suka, ndak suka aja ndak usah bilang2 munafik…

      orang nyimeng juga ndak merugikan orang lain.

      • Postmenadion

        Saya ga ada masalah dengan penyimeng sampah masyarakat kaya ente boss,,
        tapi saya cuma jijik dengan keMUNAFIKan anggota LGayN,,
        sejatinya yang mereka pikirn itu cuma nyimengnya, mereka sungguh tak bertanggung jawab jika ganja dilegalkan untuk rekreasi, generasi muda bisa ancooor boss,,,
         

        • Hasan

          walau saya suka cimeng tapi saya punya kerjaan yang bisa memperkerjakan orang (apa saya termasuk sampah masyarakat) karna saya bisa bermanfaat bagi orang lain (masyarakat kurang mampu).

          bagaimana bisa cimeng membuat generasi muda ancur, saya ndak tuh…
          2 karyawan saya suka cimeng juga, hidupnya wajar2 aja.. salahnya dimana to mas..

          • joni

            Saya kan udah bilang bos, saya ga mempermasalahkan penyimeng,,,saya hanya ga suka kemunafikan orang2 LGayN. sudah konek boss? kalo ga nyimeng mungkin sampeyanudah konek dari tadi..

            hihhi jangan ngaku termasuk generasi muda dehboss,,ssaya tau boss karakter penyimeng kayak gimana,,sampeyan udah termasuk tua,, di umur seperti sampeyan itu harusnya hidup sudah enak, tapi sampeyan masih berjibaku dengan kehidupan, karir mentok dan hanya punya 2 karyawan, itupun karywan penyimeng yang bisa dipastikan ga produktif,,nasibmu boss,,
            coba ente ninggalin cimeng dari muda dulu, pasti karyawan udah banyak, rezeki lancar,,

          • Hasan

            sayangnya saya masih 28 tahun boss, dari 8 karyawan saya yang suka cimeng 2

          • joni

            hihi ya kalo sampeyan merasa umur 28 masih muda sih silakan aja,, saya yang 21 aja merasa udah sepuh sekali,, untuk seedar diketahui ya boss, kakak saya (bukan  penyimeng) umur seperti sampeyan sudah berkeluarga anak 2, sudah punya rumah sendiri dan kendaraan pribadi, dan selalu berzakat,, sampeyan??hih

  • jarjeton

    ganjaitu adalah herbal dan juga bumbu masakan, jadi buat saya joni yang merasa menjadi sepuh, kamuudah ketuan idup dijaman sekarang, umur saya26 dan udah punya anak, tetep rock n roll, punya rumahsendiri, punya kedai makan,bayar karyawan juga, membantu orang-orang juga yang lagi lapar, terus bukannya kamu juga munafik kalo kamu bicara tentang ganja tapi kamu juga masih suka ngerusak moral kamu sendiri…coba dech itung berapa banyak kesalahan yang kamu buat, terus kamu merasaudah sepuh manusiaitu munafik walau ngga semua, dan kamu berada di antara orang munafik dan ngga bisa ngeluarindiri kamu sendiri dari kemunafikan dunia….

    smoking cigarete is dangerous — legalize marijuana…. peter tosh

  • Baskoro_bangun

    Kebetulan gw termasuk yg ngedukung ganja untuk dilegalin, buat gw kalo lo cuma mikir ganja buruk karana sebagian kecil fungsi ato mungkin orang bilang slh ngemanfatinya. Berati pengetahuan lo cuma sampe situ doang, aslinya nih ngarab ahahaha baba x, fungsi nye bkn itu doang kok. Bnyk jg hal positiv nya. Coba lo beli dlu buku hikayat, ahahaha gw sendiri jg blm beli sih tpi ngarep d kirim ke alamat rmh gw. Banyak kok manfat n fungsi positivnya, lo mau nnya ke medis jg mlh lbh mantep deh. Intinya sama2 ngargain aja lah, slama engga saling ngusik, lg nih gele bukan kaya minuman alcohol yg bikir rusuh. Salam nyengir :)

  • fajar

    legalize it, change your mindset,, 

  • Cipta Bms, LGN

    silahkan dilanjutkan diskusinya. jgn pernah berhenti mendiskusikan ini karna ini ilmu pengetahuan.

  • Cipta Bms, LGN

    sorry, ada yg kena banned namanya joni sbb dia flamming.

  • Dian Sriyadi

    semoga cepet ada tim ADVOKASI buat LGN. Sadarkan PEMERINTAH kalo ganja komoditi besar bagi Indonesia. bukunya masih ada ga ya? terima kasih. 
    kontak di http://www.facebook.com/dianakal atau sms ke 0815 7850 2133 

    dian sriyadi

  • joni

    ente ga baca komen ane ya boss? saya udah pernah ngobrol dan wawancara sama sampah msyarakat ini,,, boss kalo mau sukses dalam hidup itu ya harus yakin dan punya keyakinan,, mungkin penyimeng ga tau hal ini ya??hehehe

  • joni

    ente ga baca komen ane ya boss? atau gara2 nymieng ente jadi blurrr?saya udah pernah ngobrol dan wawancara sama sampah msyarakat ini,,

  • joni

    hihih tipikal leGAYlizer memang selalu mencap orang lain bodoh, sempit, ketakutan dll,,sudah merasa paling pintar sendiri, paling liberal sendiri, dan paling bule sendiri,, saya 3 tahun menuntut ilmu kuliah namun ilmu saya tidak relevan dengan masalah rendahan seperti cimeng bos,, saya bersikap begini ada dasar boss, saya tahu kemunafikan sebagian besar anggota LGayN boss, silakan baca komen ane paling atas,,

  • joni

    hihih, kok larinya ke wawancara sampeyan boss? situ lagi nyimeng boss? saya bilang saya SUDAH PERNAH wawancara, bukan INGIN wawancara..