LGN hadir di Jakarta Biennale, yaitu suatu perhelatan seni rupa internasional yang diadakan dua tahun sekali. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Wibowo yang turut hadir pada malam itu menerima buku Hikayat Pohon Ganja dari seorang aktivis LGN, Emile Milee.  Aktivis LGN menikmati pagelaran seni sambil menyebarkan informasi mengenai pemanfaatan ganja untuk industri dan medis. Selain itu aktivis LGN mengikuti aksi ke Istana Negara bersama para seniman kontemporer dari Jogjakarta dan Jakarta.

Jakarta Biennale dimulai sejak 1968 dan telah diselenggarakan sebanyak 14 kali. Event tahun ini mengambil tempat di Galeri Nasional Jakarta. Jakarta Biennale #14.2011 tahun ini bertema “Maximum City” dan akan berlangsung selama satu bulan. Selama tiga hari dari tanggal 15,16,17 Desember 2011 LGN mengikuti acara sembari berkenalan dengan para seniman kontemporer yang berpartisipasi dalam acara malam itu.

Pada malam 15 Desember Gubernur Jakarta Fauzi Wibowo hadir bersama rombongan. Pada kesempatan itu aktivis LGN yang bernama Emile Milee menemui Fauzi Wibowo dan memberikan buku Hikayat Pohon Ganja. Foke menyambut buku HPG sambil berkata, “Oh.. kalau ini saya sudah tahu. Ini tentang manfaat dan mudaratnya kan?”. Beberapa aktivis LGN yang lain berusaha menjelaskan sedikit tentang isi buku itu sambil mengabadikan moment dengan foto. Kemudian Foke terus berjalan bersama rombongannya untuk menghampiri stand lain.

Tribute to Semsar Siahaan
Saat memasuki halaman depan Galeri Nasional, pengunjung akan langsung melihat tanah yang digali di halaman gedung. Pertama kali melihat galian tersebut, orang akan mengira ada proyek galian PAM atau PLN, seperti yang biasanya terjadi di Jakarta. Tapi galian ini ternyata lain, tanah di halaman samping gedung sengaja di gali para seniman untuk mengekspresikan perasaannya mengenang Semsar Siahaan, tokoh perupa kontemporer Indonesia. Lubang berukuran sekitar 5×2 meter dengan kedalaman 1 meter itu digunakan sebagai simbol kuburan para aktivis pro-rakyat yang telah meninggal. Disamping lubang itu dijajarkan lukisan-lukisan kontemporer wajah manusia.

Semsar Siahaan lahir di Medan, 11 Juni 1952 dan meninggal di Tabanan, 23 Februari 2005. Ia adalah seorang perupa dan pelukis berkebangsaan Indonesia yang sangat peduli terhadap masalah lingkungan. Beberapa lukisannya bertema keserakahan negara-negara kaya yang membabat hutan di negara-negara miskin.

Semsar Siahaan, yang akrab dipanggil Sam, dikenal sebagai perupa yang kritis dan sering melakukan aksi protes. Pada saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1981, dia pernah membakar karya lukisnya sendiri karena dianggap hanya bersifat suvenir. Ia menggali lubang-lubang kubur dan mengisinya dengan patung-patung mayat di dalam Bienalle Seni Rupa Jakarta IX di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Ruang Galeri Kontemporer
Di lantai atas ruang pameran, sejumlah karya seni rupa modern ditampilkan. Perupa dari manca negara turut ambil bagian memamerkan karya uniknya. Dari mulai benda sampai manusia dijadikan objek seni rupa, seperti foto-foto dibawah ini:

Aksi di Istana Negara
Pada pagi harinya, Sabtu 17 Desember, aktivis LGN ikut ke Istana Negara bersama para seniman kontemporer. Mereka membawa spanduk berisi syair lagu sambil menyanyikannya di depan Istana Negara. Aktivis LGN dan para seniman berfoto sambil bernyanyi bersama. Maksud kegiatan ini yaitu mengkritisi kondisi Indonesia yang semakin carut marut dengan mengorbankan kepentingan rakyat kecil. Selama kegiatan aksi ini aktivis LGN dan para seniman tidak mengalami masalah, hanya mereka sempat ditanyai polisi maksud dan tujuan aksi mereka.

Kegiatan Aksi di Istana

Setelah kegiatan di depan istana selesai, aktivis LGN kembali ke Galeri Nasional dan kemudian pulang dengan meninggalkan kenangan manis bersama para seniman kontemporer Indonesia. (cpt)

  • upi

    saluteeeeeeeeeeeeeeeeeee

  • Bj Bajaj

    good job….

  • Light Tamae14

    bagus banget pamerannya.
    kalo bisa buat pameran lbh menarik lagi di GANAS.