Komunitas Proklamasi hari Selasa (30/10) mengadakan event Festival Kesenian Rakyat. LGN hadir sebagai undangan komunitas. Penyelenggara acara ini adalah kelompok remaja Komunitas Proklamasi dan didanai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Acara berupa pertunjukan seni tari, drama komedi dan musik band.

Pada kesempatan itu LGN datang memenuhi undangan dari Komunitas Proklamasi untuk membuka stand edukasi dan menjual merchandise seperti T-Shirt, Bendera, Asbak, dll. Teman-teman LGN dari berbagai wilayah di Jakarta dan dua orang dari Lampung datang meramaikan stand LGN. Sebenarnya LGN berniat berbagi informasi on-stage diatas panggung, namun sayangnya ketua panitia penyelenggara acara tidak memberi izin dan mereka meminta LGN untuk menurunkan bendera perjuangannya. Karena menghormati tuan rumah selaku pengundang, kami bersedia menurunkan bendera.

Pada hari itu seorang legalizer dari Komunitas Camfrog mempresentasikan bagaimana fasilitas internet camera dapat mengangkat isu legalisasi ganja. Ia mengajak teman-teman LGN untuk bergabung di Komunitas Camfrog dalam room Legalisasi Ganja. Selain itu seorang wartawan dari tabloid Reformata mewawancarai LGN mengenai sejarah pelarangan tanaman ganja, bagaimana cara LGN menghidupi organisasinya.

Acara sebenarnya mulai dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam, tapi kami dari LGN undur diri sekitar jam 8 malam karena aktifitas esok harinya yang siap menanti. Sebelum berpisah, kami berfoto bersama aktifis LGN dan grup band Cesplenk, sebuah grup band beraliran hard rock dari Komunitas Proklamasi. (cpt)