Mantan Polisi AS Menyarankan Regulasi Ganja Pada Perdana Menteri Canada
Sekelompok petinggi dan mantan penegak hukum di Amerika Serikat menyarankan kepada pemerintah Kanada untuk mempertimbangkan kembali hukuman minimum wajib bagi pelanggaran batas kepemilikan ganja yang diusulkan dalam Bill C-10, dengan alasan bahwa pengenaan pajak dan regulasi ganja lebih bijak dan efektif dalam mengurangi kejahatan.
Aparat penegak hukum AS hari Rabu merilis sebuah surat yang menjelaskan keprihatinan mereka yang ditujukan kepada Perdana Menteri Stephen Harper dan senator Kanada. Surat tersebut ditandatangani oleh lebih dari dua lusin mantan hakim, polisi, agen khusus, peneliti narkotika dan pakar peradilan pidana, yang semuanya adalah anggota dari kelompok Law Enforcement Against Prohibition (LEAP).
Surat tersebut sangat memperkuat bukti kegagalan AS atas kebijakan yang pernah mereka lakukan dan sekarang sedang diusulkan dalam RUU kepada pemerintah federal Kanada. Bill C-10 tampaknya akan diterapkan.
Norm Stamper, LEAP: “Peraturan hukum yang ketat seperti yang diusulkan dalam RUU itu hanya akan membantu mengisi penjara-penjara”. Dalam pernyataan itu dikatakan: “Selama bertahun-tahun negara menegakkan hukum anti ganja dan kita telah menyaksikan kehancuran akibat hukum tersebut”. “Kekhawatiran terbesar yaitu terjadinya peningkatan jumlah kejahatan terorganisir dan kekerasan antar geng, sama seperti waktu larangan alkohol diberlakukan tahun 1919 -1933. Kekerasan, geng, korupsi dan pembusukan sosial telah menyebar luas sejalan dengan pelarangan ganja..”
“Dulu kami terlibat langsung dengan perang terhadap narkoba dan kami mengalami sendiri bersama saksi lain dengan bukti yang jelas di depan kita, bahwa kebijakan tersebut telah sangat gagal,” lanjut surat itu. “Pelarangan ganja sangat dekat dengan korupsi dan mendorong peningkatan kekerasan. Model hukum seperti itu hanya memperburuk masalah.”
Bill C-10, “The Safe Streets and Communities Act,” saat ini sedang dalam rapat dengar pendapat dengan Komite Senat Urusan Hukum dan Konstitusi. Di antara usulan tersebut, tuntutan hukum lebih diperketat untuk pelanggaran batas maksimum kepemilikan ganja, termasuk tuntutan minimum enam bulan penjara untuk pelanggaran izin menanam ganja sedikitnya enam batang tanaman.
“Pemerintah Kanada yakin tujuannya adalah untuk melakukan tindakan yang lebih keras terhadap penjahat,” kata Norm Stamper, kepala pensiunan polisi di Seattle, Washington. “Tapi seperti yang telah kita pelajari selama puluhan tahun dengan kegagalan ‘perang melawan narkoba,” hukuman yang lebih ketat yang diusulkan dalam RUU itu hanya akan menambah penuh isi penjara. Ini tidak akan mengurangi dampak buruk terkait dengan perdagangan ganja ilegal dan tidak akan membuat jalanan lebih aman atau mengurangi aktivitas para gengster.”
Senator Kanada Larry Campbell: “Pemerintah AS dan warganya telah dirugikan dengan aturan yang tidak fleksibel dan sifat dogmatis dari tuntutan hukuman tersebut”.
David Nichols, pensiunan Hakim Pengadilan Tinggi Washington State mengatakan: “Kebijakan yang sama dengan yang sekarang berlaku di AS sedang dipertimbangkan untuk di berlakukan di Kanada, padahal kebijakan tersebut telah terbukti gagal dengan membuang-buang uang pajak dari rakyat dan membangkrutkan anggaran negara,” Ia menambahkan, “Mengikuti kegagalan yang pernah kami lakukan sangat beresiko tinggi bagi warga negara Kanada.”
Di antara ke-28 penandatangan surat itu termasuk aparat penegak hukum yang banyak bekerja di wilayah perbatasan. Mereka mengatakan bahwa perdagangan ganja ilegal di lintas perbatasan hanya akan mempertahankan aktivitas geng di wilayah tersebut.
“Kelompok kejahatan terorganisir membawa ganja dari British Columbia ke AS dan kembali dengan membawa kokain dan senjata,” kata Stamper. “Hukum pelarangan ganja hanya menambah pundi-pundi penjahat terorganisir dan membuat situasi di kedua sisi perbatasan menjadi tidak aman.”
“Sebagai penasihat Komite Juridisial AS selama tahun 1980, saya memainkan peran utama dalam menentukan minimum hukum bagi pengguna narkoba yang kemudian ternyata tidak hanya inefektif dalam mengurangi penggunaan narkoba, tetapi juga langsung memberikan kontribusi pada over kapasitas penjara di negara ini” kata Eric Sterling, yang membantu Kongres AS menulis hukuman minimum bagi pengguna narkoba dalam undang-undang federal. “Saya mendesak para pembuat kebijakan di Kanada untuk belajar dari kesalahan yang pernah kami lakukan.”
“Saya berharap Senat mau mendengarkan suara kami berdasarkan pengalaman dan mempertimbangkan saran dari pemimpin aparat penegak hukum AS untuk menghindari penerapan hukuman minimum,” kata Kanada Senator Larry Campbell, anggota dewan penasehat LEAP dan mantan anggota Royal Canadian Mounted Police dan anggota pasukan anti narkoba RCMP yang juga mantan walikota Vancouver, BC.
Untuk mendapatkan salinan surat dalam bentuk PDF, silahkan kunjungi http://www.leap.cc/wp-content/uploads/2012/02/regulation-in-canada.pdf
LEGALISASI GANJA BERSAMA LGN !
LGN Regional
- LGN Berdiri di Kota Serang
- Deklarasi LGN Bekasi
- Kepala Biro Bina Napza Sulsel Dukung Legalisasi Ganja
- LGN Makassar di Bulan Ramadhan Berkunjung ke Panti Asuhan "Rumah Yatim"
- LGN Makassar: Nonton Bareng Film When We Grow
- LGN: Hari Ganja Sedunia – 20 April 2012
- LGN Parahyangan
- LGN di Tanah Rencong
- LGN Yogyakarta Semakin Melangkah Maju
- LGN Yogyakarta
- LGN Berdiri di Palembang
- LGN Medan: Diskusi Outdoor
- LGN berdiri di Makassar
- Benih LGN Jogja telah disemai
- LGN Menuju Awal Baru di Pulau Dewata
- LGN berdiri di kota Medan Sumatra Utara


