Edukasi bulanan dan Silaturahmi LGN digelar di Rumah Hijau tanggal 25 Agustus 2012. Acara dimulai tepat pukul 16:20 WIB dengan sesi perkenalan bagi peserta yang baru datang dengan menyebutkan nama dan satu kata tentang ganja. Setengah jam kemudian narasumber bapak Mohamad Sobary bersama Dhira Narayana (ketua LGN) hadir ketengah-tengah keluarga besar LGN. Sambil bersalam-salaman dan saling mengucapkan maaf lahir batin, para peserta edukasi bulanan edisi Agustus 2012 merasakan kentalnya suasana ceria di hari Idul Fitri dan semangat kemerdekaan RI 17 Agustus ‘45.

Edukasi diawali dengan cerita pengalaman bpk Mohamad Sobary sebagai penulis dan aktivis. Beliau bercerita panjang lebar tentang pengalamannya sebagai penulis yang kerap mengkritik perilaku pemangku jabatan di negeri Indonesia yang berprilaku kotor. Kekuatan uang selalu menjadi alasan mengapa para politisi tidak berpihak pada rakyat dan hal tersebut sepertinya sudah dianggap lumrah oleh masyarakat. Pejabat sudah biasa korupsi dan rakyat diam saja. Mohamad Sobary juga bercerita tengang isu rokok kretek. Ia dengan tegas mendukung gerakan perlawanan pada bentuk kapitalisme yang melarang rokok kretek yang mengakibatkan ruginya petani tembakau dan produsen rokok tradisonal.

Pak Sobary mengatakan bahwa perjuangan perlawanan terhadap bentuk-bentuk tekanan asing terhadap negara kita harus dimulai dengan keikhlasan. Tanpa sebuah keikhlasan dan kesabaran, nilai sebuah perjuangan akan menjadi tidak berarti. Pak Sobary berkata:

“Kita itu sedang ditakdirkan untuk perjuangan. Memperjuangkan barang (tanaman ganja) yang diturunkan dengan sabda Allah dengan segenap kekuatan-kekuatannya. Barang ini tumbuh dan Saya tumbuhkan, maka hak apa engkau (pemerintah) matikan?”

Banyak diantara hadirin yang baru pertama kali datang ke LGN. Mereka dengan antusias mengikuti jalannya acara edukasi bulanan. Salah satu peserta yang hadir adalah seorang pengajar di salah satu sekolah di Jakarta. Ia tertarik dengan wacana legalisasi pemanfaatan tanaman ganja di Indonesia. Beliau juga mengatakan bahwa edukasi seperti ini bagus untuk dilakukan di sekolah. Ia mengatakan akan mencoba berdialog dengan staff pengajar disekolahnya mengenai edukasi LGN. Peserta diskusi lainnya diberikan kesempatan bertanya kepada bpk Sobary mengenai makna sebuah perjuangan.

Dalam ceramahnya Mohamad Sobary banyak mengambil nilai-nilai kearifan para pejuang kemerdekaan, tokoh-tokoh Islam dan dunia pewayangan. Sayangnya Pak Sobary belum selesai membaca buku Hikayat Pohon Ganja yang disusun oleh Tim LGN dan ia juga belum mengamati betul dinamika hukum dan politik diluar negeri seperti negara-negara di benua Eropa dan Amerika Serikat yang sudah mendekriminalisasi kepemilikan ganja dan memperbolehkan penggunaan ganja untuk tujuan medis.

Edukasi LGN bulan Agustus yang dibarengi dengan acara silaturahmi lebaran tahun ini tercatat di buku tamu sebanyak 120 orang. Beberapa dari mereka datang dari luar kota seperti Bandung dan Makassar dan ada juga aktivis LGN yang bermukim di AS yang turut hadir bersilaturahmi.

Edukasi bulanan akan terus berlanjut. Rencananya edukasi bulanan berikutnya akan mengambil topik tentang ganja dan musikalitas atau mengenai hukum dan advokasi.

Lingkar Ganja Nusantara mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H – Mohon Maaf lahir dan Batin. Dengan semangat kemerdekaan, kita satukan langkah bersama menuju perubahan kebijakan hukum kepemilikan dan penggunaan ganja di Indonesia untuk tujuan kemakmuran bangsa. (cpt)