(REUTERS). Ketika saya berkunjung ke Denver, saya bertemu seorang advokat legalisasi ganja dan saat itu saya bertanya padanya, “Apa pendapat anda jika ada orang yang mengatakan bahwa ganja adalah jalan menuju narkotika yang berbahaya (Gate Away To Another Drugs) dan aktivis ganja itu menjawab, “Yes, it’s a gate away to the White House” (jalan untuk menjadi Presiden Amerika Serikat).
Tiga dari empat mantan presiden Amerika mengaku pernah mengkonsumsi ganja. Bill Clinton mengatakan ia tidak sampai menghisap/menarik asap ganja (inhale) dan Obama mengatakan “ya” dan ia mengaku sering menghisap ganja di masa mudanya.
Sekarang ganja menjadi isu utama dalam pemilihan presiden tahun ini. Di negara bagian Colorado, Barack Obama dan Mitt Romney (capres partai republik) menentang Amandemen No. 64 tentang legalisasi ganja. Jika berhasil, Amandemen tersebut akan mengizinkan orang dewasa yang berusia 21 tahun ke atas untuk membeli dan mengkonsumsi ganja sama seperti mengkonsumsi liqure (minuman alkohol) dan mengizinkan kepemilikan ganja bagi orang dewasa seberat 28 gram.
Pendukung Amandemen 64 datang dari; generasi muda, kelompok hispanik, masyarakat dari berbagai warna kulit dan kumpulan orang-orang yang kehilangan hak pilihnya (disenfranchisement) yang mana seharusnya mereka lebih diperhatikan dalam kampanye Obama.
Meskipun banyak pemilih mengatakan pemilihan presiden kali ini sudah tidak menarik lagi, namun kemungkinan ini akan menjadi menarik disaat mereka harus mengambil keputusan.
Ketika Mitt Romney mengunjungi Colorado beberapa bulan yang lalu, ia menghindari pertanyaan mengenai wacana legalisasi ganja. Romney mengatakan legalisasi ganja bukanlah isu yang signifikan. Akan tetapi menurut laporan Drug Policy Alliance, 100 juta orang Amerika pernah menggunakan marijuana. Polling dari Gallup menunjukkan angka 50% warga negara Amerika Serikat mendukung legalisasi ganja yang mana ini menunjukkan bahwa tidak lama lagi ganja akan masuk kedalam kerangka sosial masyarakat (mainstream) dan Colorado sedang bergerak ke arah itu.
Sangat ironis ketika Obama menampik legalisasi ganja untuk dibawa ke dalam pemilu inisiatif (Amandemen 64). Selama menjadi presiden, Obama tidak pernah bersahabat ketika ia berhadapan dengan ganja. Masyarakat dari komunitas Medical Marijuana kecewa atas kebijakannya, pemerintah federal terus melanjutkan aksi penutupan apotik ganja medis yang mana telah disetujui di 17 negara bagian dan Distric Of Colombia (DC).
Melihat dari kebijakan Presiden Obama yang seperti ini, kemungkinan akan sulit baginya untuk kembali ke Gedung Putih jika Amandemen 64 menang di Colorado. (cpt)
Samuel P Jacobs (Jurnalis)


