Perayaan LGN DAY 2012 Menyambut GMM 5 Mei 2012
Minggu sore (22/4) Taman Wisata Pulau Situ Gintung dipenuhi ratusan umat pendukung legalisasi ganja. Mereka datang dari berbagai pelosok nusantara untuk menghadiri perayaan Hari Ganja Sedunia. Bersamaan dengan itu Lingkar Ganja Nusantara, sebuah komunitas/organisasi yang memperjuangan legalisasi ganja di Indonesia merayakan hari ulang tahun berdirinya kantor sekretariat LGN yang biasa disebut dengan nama “Rumah Hijau” dan hari itu disebut dengan “hari jadi LGN” atau LGN DAY.
Acara di mulai pada jam 15:00 yang dibuka dengan sambutan dari Irfan selaku MC. Kemudian Pandji Pragiwaksono masuk dengan aksi Stand-Up Performance. Pandji seperti biasa berbicara dengan berkelakar tentang kejadian-kejadian lucu diseputar pengguna ganja. Tapi kali ini Pandji lebih serius berbicara, ia mengajak teman-teman di LGN untuk terjun ke politik. Ia juga menyarankan LGN untuk mendatangi Komisi DPR mempertanyakan tentang pasal-pasal UU Narkotika. Pandji mengatakan, “kita tidak harus mengganti UU tapi cukup merevisi beberapa pasal saja, paling tidak kita bisa membedakan antara ganja hemp dengan ganja yang biasa dihisap.”
Acara LGN Day juga dihadiri seorang anggota DPRD Jakarat Pusat dari Partai Demokrat, Taufiqurahman atau yang lebih akrab dipanggil Bang Taufik. Ditengah Irfan dan Pandji berdialog dengan hadirin membahas mengenai hukum pelarangan ganja, Taufik mengacungkan tangan dan menimpali komentar Pandji. Taufik bercerita tentang oknum tentara yang selalu ada dibelakang peredaran pasar gelap ganja. Ia mengatakan, “kalau truk tentara melintasi perbatasan, siapa yang berani periksa apa yang dibawa dalam truk?”. Taufik mengatakan selama ini oknum tentara turut menikmati keuntungan dari peredaran pasar gelap ganja dan tidak ada yang mengetahui. Masyarakat harus berpikir kritis ketika mengingini adanya suatu perubahan.
Hari itu LGN berkumpul bersama merayakan hari ganja sedunia sekaligus mengumumkan rencana LGN menggelar Global Marijuana March, yaitu aksi turun kejalan pada tanggal 5 Mei yang akan dibuka di Bundaran Hotel Indonesia. GMM merupakan event internasional yang menyuarakan protes terhadap pelarangan ganja di seluruh dunia. GMM 2012 akan berbentuk long march berjalan kaki bersama-sama mengitari Bundaran HI dan Plaza Sarinah sambil membawa spanduk dan selebaran yang berisi informasi yang benar mengenai pohon ganja dan berorasi didepan masyarakat umum mengenai dampak buruk dari hukum pelarangan ganja.

LGN DAY 2012 diramaikan oleh teman-teman musisi yang mendukung perjuangan yang sedang dilakukan LGN. Mereka setuju dengan cita-cita LGN memperbaiki UU Narkotika yang memenjarakan pengguna ganja. Para musisi tidak dibayar, mereka bermain atas keikhlasan hati mereka serta keinginan akan adanya suatu perubahan menuju perbaikan di Indonesia. LGN DAY memungut tariff masuk sebesar Rp.15.000,- yang hasilnya akan digunakan untuk memodali acara GMM 2012 dan membiayai aktifitas LGN lainnya.
LGN DAY didukung para musisi/band: Mass Romantic, Radif, Hay, D’Jenks, Magic Seaweed, Gilang and Chainlova, Bois Stompin, Uchie Wiby and The Revolt dan D’Blow. Acara ditutup dengan penampilan D’Blow, sebuah grup band reggae yang paling bayak mendapat sambutan massa. (cpt)
GMM 2012: http://www.facebook.com/events/389598574414168/
Video LGN DAY 2012
RUMAH HIJAU LGN
Sekretariat Lingkar Ganja Nusantara Taman Wisata Pulau Situ Gintung 3 Jl. Kertamukti Pisangan Raya No.121 Cirendeu Ciputat, Tangerang 15419 Buka setiap hari kerja, Jam 10:00 - 17:00 Telp: 021-60395198LGN Regional
- LGN Berdiri di Kota Serang
- Deklarasi LGN Bekasi
- Kepala Biro Bina Napza Sulsel Dukung Legalisasi Ganja
- LGN Makassar di Bulan Ramadhan Berkunjung ke Panti Asuhan "Rumah Yatim"
- LGN Makassar: Nonton Bareng Film When We Grow
- LGN: Hari Ganja Sedunia – 20 April 2012
- LGN Parahyangan
- LGN di Tanah Rencong
- LGN Yogyakarta Semakin Melangkah Maju
- LGN Yogyakarta
- LGN Berdiri di Palembang
- LGN Medan: Diskusi Outdoor
- LGN berdiri di Makassar
- Benih LGN Jogja telah disemai
- LGN Menuju Awal Baru di Pulau Dewata
- LGN berdiri di kota Medan Sumatra Utara






