Presiden Otto Perez Molina

Presiden Guatemala, Otto Perez Molina pada hari Selasa (25/9) mengumumkan niatnya untuk melegalkan narkotika (drugs) dengan regulasi sebagai strategi untuk mengurangi kejahatan, kekerasan dan korupsi. Rencananya Presiden Otto Perez akan mempresentasikan proposal tersebut pada hari Rabu  ini di hadapan rapat Majelis Umum PBB.

Presiden Perez Molina mengatakan perang terhadap narkoba telah gagal dan bahwa negara-negara di Amerika Tengah tidak punya pilihan lain selain legalisasi. Pernyataan dari presiden Perez Molina tersebut merupakan peristiwa yang pertama kalinya seorang kepala negara duduk membahas legalisasi dan regulasi narkotika pada Majelis Umum PBB.

Meskipun Perez saat ia memperjuangkan legalisasi, ia tetap akan memerangi kartel narkoba dengan membangun pangkalan militer terbesar di Guatemala sejak perang saudara yang banyak menelan korban jiwa.

“Kita tidak bisa mengambil tindakan sepihak, maka akan kita lakukan secara bertahap,” kata Perez Molina menguraikan mengenai usulannya untuk legalisasi narkoba. “Sementara kita sedang menentukan langkah apa yang harus kita lakukan, kita tidak bisa membiarkan Guatemala terus menerus menjadi koridor terbuka perdagangan dan penggunaan narkotkia ilegal.”

Proposal Persez dengan cepat mendapat dukungan dari pemimpin lain di Amerika Latin, yaitu presiden Kolombia, Kosta Rika dan Ekuador. Wacana legalisasi memicu kritik keras dari pemerintah AS dan menciptakan diskusi yang intens di Guatemala.

Pernyataan presiden ini menambah seru perdebatan yang sedang berkembang mengenai alternatif legalisasi narkoba di Amerika Latin. Legalisasi merupakan alternatif yang akan membantu mengurangi kejahatan yang berhubungan dengan pasar gelap seperti kekerasan dan korupsi di negara mereka sendiri. Para pemimpin negara –negara di Amerika Latin bersikeras bahwa dekriminalisasi dan regulasi narkotika wajib untuk dipertimbangkan. (cpt)