DSC_0052

Silaturahmi LGN di Rumah Hijau

Rumah Hijau open house selepas lebaran, teman-teman LGN kumpul bersama di hamparan rumput hijau sambil bersalam-salaman mengucapkan selamat Idul Fitri. Suasana lebaran masih hangat terasa, para aktivis dan simpatisan yang hadir pada hari itu lumayan banyak walaupun acara ini digelar hanya beberapa hari setelah lebaran, yaitu tanggal 3 September 2011. Acara yang dimulai pada siang hari itu berlangsung meriah dengan diiringi musik akustik plus sound system persembahan dari teman-teman seniman LGN.

Ketua Lingkar Ganja Nusantara, Dhira Narayana membuka acara dengan pidato singkat mengenai pergerakan dan aktifitas LGN selama ini. Setelah itu dilanjutkan oleh pembina Bpk Iwan Jusack dengan memperkenalkan dirinya kepada hadirin yang baru pertama kali datang dan belum mengenal beliau. Pak Iwan bercerita tentang sejarah masa mudanya ketika pertama kali mengenal ganja dan alasannya mengapa ia mau diangkat menjadi pembina. Beliau mengatakan bahwa pada awal berdirinya LGN dimulai dengan diskusi yang sering dilakukan dirumahnya. Pada saat itu, selaku orang tua Pak Iwan sering dimintai pendapat dan masukan oleh teman-teman yang hadir dalam diskusi tersebut. Dengan berlatarbelakang pendidikan psiklogi Bpk Iwan dapat memahami persoalan yang tengah dihadapi para legalizer yang pada akhirnya dengan “terpaksa” beliau menerima tawaran untuk menjadi pembina LGN. Pak Iwan mengatakan bahwa ia memenuhi permintaan LGN untuk menjadi pembina karena selaku orang tua ia sering dimintai nasihat dan ia juga telah banyak mebaca literatur ilmiah mengenai pemanfaatan pohon ganja.

Acara kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan nama-nama pengurus LGN yang hadir pada hari itu. Para pengurus atau yang lebih sering disebut admin memperkenalkan dirinya masing-masing dan posisinya di organisasi. Sempat terjadi diskusi interaktif antar pengurus dan anggota, mereka umumnya belum mengetahui dengan rinci mengenai visi dan misi yang akan dicapai LGN. Para pengurus menjelaskan bahwa visi kita adalah memanfaatkan tanaman ganja seluas-luasnya untuk kepentingan bangsa Indonesia. Tanaman ganja dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan negara serta mensejahterakan rakyat melalui industri hemp dan ganja medis.

Menjelang sore acara berlanjut dengan sajian musik dari Gilang, seorang musisi reggae yang baru pertama kali berkunjung ke Rumah Hijau. Gilang yang memiliki karakter vocal yang unik dengan leluasa melantunkan beberapa lagu dari Bob Marley, musisi reggae legendaris yang turut memperjuangkan wacana legalisasi ganja melalui syair lagunya. Kehadiran Gilang membawa suasana baru di Rumah Hijau.

Acara berlangsung hingga malam hari, Dhira dan Cipta turut meramaikan acara live musik dengan mengiringi Uchie Wiby, seorang penyanyi pop rock yang terkenal pada dekade 90an. Uchie membawakan beberapa tembang lawas dan juga memperkenalkan lagu terbarunya yang berjudul “Ingat”. Kehadiran Uchie Wibi pada malam itu membuat suasana di Rumah Hijau semakin meriah.

Silaturahmi di Rumah Hijau pada hari itu sangat menggembirakan, dengan perencanaan spontan dan setting panggung yang sederhana, acara ini berlangsung dengan sukses. (cpt)