Inggris (UK) memiliki pasar penjualan cannabis yang cukup besar. Permintaan/pemesanan biji ganja (cannabis seeds) yang besar membuktikan tingginya kebutuhan akan marijuana di negeri itu. Tetapi meskipun demikian, status hukum kepemilikan ganja di U.K belum direformasi karena tidak semua pejabat pemerintahan disana menerima eksistensi penggunaan ganja. Pejabat pemerintah melarang dengan alasan adanya efek negatif pada ganja bila digunakan secara intensif.

Sebenarnya ada prosedur baru di pengadilan Inggris yang menekankan dampak dari undang-undang narkotika yang baru diberlakukan. Ada kasus dimana seorang petani panen sepuluh kilogram ganja tetapi ia tidak dihukum bahkan oleh jaksa penuntut umum kasus tersebut dibatalkan dan hanya dianggap sebagai masa percobaan. Dasar hukum baru dirilis, jaksa harus menjaga jarak jika disimpulkan bahwa strain ganja yang ditanam semata-mata hanya untuk penggunaan pribadi.

Pada tanggal 1 Januari tahun 2008, penghapusan tuntutan hukum hanya mungkin terjadi jika tersangka memiliki ganja dalam jumlah yang sedikit “inconsequential small amount”. Di Inggris mereka memiliki batas kepemilikan ganja yang hanya untuk penggunaan pribadi dan bukan untuk komersial atau proses reproduksi. Sayangnya sekarang ini hukum dimodifikasi yang mana tidak tidak lagi menentukan dari jumlah tetapi dari tujuan penggunaan pribadi sebagai obat. Dalam kasus tersebut seharusnya terdapat bukti atau konfirmasi yang menunjukkan niatnya untuk menjual.

Stimulus yang penting bagi perubahan hukum saat ini, menurut Departemen Kehakiman Uni Eropa, yaitu mengenai perang melawan narkoba, khusususnya peredaran biji strain ganja. Pemerintah secara luas memberikan tuntutan hukum kepada mereka sebagai pengedar narkoba. Oleh karena itu modifikasi UU seperti ini perlu menegaskan perbedaan antara pedagang narkoba dan penggunaan pribadi. (cpt)

http://www.maryjanesgarden.com/marijuana-laws-england-uk.php

Tagged with: