Tag Archives: Badan Narkotika Nasional (BNN)

LGN di BNN2

Aksi Damai LGN di Kantor BNN

Siang menjelang sore (8/2), aktivis LGN menggelar aksi damai di depan kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jl. MT. Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Tema aksi: Pengguna Ganja Tidak di Penjara. Aksi ini merupakan tuntutan dari masyarakat pendukung legalisasi ganja di tanah air. Aksi berjalan lancar dan di liput puluhan wartawan dari media cetak, televisi dan internet. LGN yang hadir pada hari itu berjumlah 50 orang lebih.

LGN di BNN3

Aksi di gelar di depan gerbang masuk gedung BNN dengan membentangkan spanduk: “Pengguna Ganja Bukan Kriminal, Dekriminalisasi Pengguna Ganja.” Kemudian pihak BNN menerima aktivis LGN dengan jumlah maksimum 5 orang untuk masuk ke dalam confrence room. LGN yang diperbolehkan masuk: Dhira, Cipta, Irfan, Tomi dan Odhe. LGN diterima 4 orang Kepala Divisi BNN, Kadiv Humas Bpk. Sumirat, Kadiv. Hukum Bpk. Supardi, Kasubdit. Pemasyarakatan Bpk. Didik dan Kadiv. Kes Ibu Diah.

LGN di BNN

LGN di BNN7

LGN di BNN5

LGN mengemukakan tuntutannya, yaitu menolak perlakuan hukum kriminalisasi terhadap pengguna ganja dan izin penelitian tanaman ganja yang sampai sekarang masih tertahan di BNN. Selain itu, LGN juga mengatakan bahwa upaya pembarantasan penyalahgunaan ganja selama ini tidak tepat. Ganja beredar di pasar gelap yang dikelola oleh para mafia sehingga siapa pun bisa mendapatkan ganja tanpa terkendali. LGN menyarankan peredaran ganja dengan regulasi yang dikendalikan pemerintah, bukan pasar gelap narkotika.

Jawaban BNN:

  1. Mengenai perlakuan hukum terhadap pengguna narkotika, sudah ada Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2011 (PP Wajib Lapor) yang akan menempatkan pecandu dan korban penyalahguna narkotika ke dalam program rehabilitasi.
  2. Mengenai penelitian tanaman ganja, Kadiv. Humas Sumirat mengatakan untuk meneliti narkotika golongan satu itu sulit, banyak hal yang harus diperhatikan.
  3. Indonesia masih mematuhi Konvensi Tunggal PBB 1961 sampai Yellow List PBB 2011 yang mengatakan bahwa ganja adalah golongan narkotika yang tidak bisa digunakan untuk medis.
  4. Jika LGN mau merubah UU atau Amandemen, silahkan datang ke DPR RI, Kemenkes dan Kemenkumham.

LGN di BNN4

LGN di BNN6

LGN mengatakan bahwa pada kenyataannya, banyak pengguna ganja yang tertangkap langsung dijebloskan ke penjara. Banyak pengguna ganja yang tertangkap lalu diperas oknum aparat penegak hukum. Rehabilitasi tidak tepat untuk pengguna ganja, sebab rehabilitasi itu ditujukan hanya untuk orang yang mengalami masalah kecanduan dan membutuhkan pertolongan.

Selain itu LGN ingin bertemu dan bersilaturahmi dengan Kepala BNN yang baru pengganti Bpk. Gorries Mere, yaitu Bpk. Anang Iskandar sekaligus bermaksud menjenguk artis Raffi Ahmad sebagai bentuk solidaritas atas ditemukannya ganja dalam kasus penggrebekan BNN di kediamannya.

Sayangnya Bpk. Anang tidak berada ditempat dan untuk menjengunk Raffi harus sesuai jadwal jenguk, yaitu hari Selasa dan Kamis jam 12:00 – 14:00 WIB. LGN berencana akan menjenguk Raffi pada hari Selasa jam 12:00 WIB.

Aksi damai LGN berjalan tertib dan terkendali. Semua Pejuang Senyum LGN yang hadir menunjukkan sikap yang baik sebagai pecinta ganja yang bertanggungjawab. (cpt)

Download Audio Aksi LGN di Kantor BNN:
http://www.4shared.com/mp3/FhL-a8to/Aksi_Damai_-_BNN_Dekriminalisa.html

Dukung Pejuang Senyum LGN:
Membership: http://on.fb.me/VJLvBj (Menjadi bagian dari keluarga besar LGN)
Merchandise: http://on.fb.me/XP0unJ (Membeli produk merchandise LGN)

Lingkar Ganja Nusantara di Festival Kesenian Rakyat

LGN hadir di Festival Kesenian Rakyat di Tugu Proklamasi

Komunitas Proklamasi hari Selasa (30/10) mengadakan event Festival Kesenian Rakyat. LGN hadir sebagai undangan komunitas. Penyelenggara acara ini adalah kelompok remaja Komunitas Proklamasi dan didanai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Acara berupa pertunjukan seni tari, drama komedi dan musik band.

Pada kesempatan itu LGN datang memenuhi undangan dari Komunitas Proklamasi untuk membuka stand edukasi dan menjual merchandise seperti T-Shirt, Bendera, Asbak, dll. Teman-teman LGN dari berbagai wilayah di Jakarta dan dua orang dari Lampung datang meramaikan stand LGN. Sebenarnya LGN berniat berbagi informasi on-stage diatas panggung, namun sayangnya ketua panitia penyelenggara acara tidak memberi izin dan mereka meminta LGN untuk menurunkan bendera perjuangannya. Karena menghormati tuan rumah selaku pengundang, kami bersedia menurunkan bendera.

Pada hari itu seorang legalizer dari Komunitas Camfrog mempresentasikan bagaimana fasilitas internet camera dapat mengangkat isu legalisasi ganja. Ia mengajak teman-teman LGN untuk bergabung di Komunitas Camfrog dalam room Legalisasi Ganja. Selain itu seorang wartawan dari tabloid Reformata mewawancarai LGN mengenai sejarah pelarangan tanaman ganja, bagaimana cara LGN menghidupi organisasinya.

Acara sebenarnya mulai dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam, tapi kami dari LGN undur diri sekitar jam 8 malam karena aktifitas esok harinya yang siap menanti. Sebelum berpisah, kami berfoto bersama aktifis LGN dan grup band Cesplenk, sebuah grup band beraliran hard rock dari Komunitas Proklamasi. (cpt)