Tag Archives: Gramedia

HPG

Buku Hikayat Pohon Ganja Bisa Dipesan Online di Website Gramedia

Pohon ganja telah menjadi momok yang begitu menakutkan di tengah-tengah masyarakat. Predikat Haram, perusak generasi muda, barang memabukkan, dan julukan-julukan negatif lainnya telah mendarah daging dalam pikiran masyarakat. Tanpa kita sadari, informasi tersebut tidak saja menodai pikiran kita namun juga telah menjelma menjadi sebuah kebijakan Internasional yang sangat disanjung-sanjung. Memberantas pohon ganja seolah-olah memberantas kejahatan. Menangkap pengguna ganja dianggap sebagai suatu kewajiban negara dalam usaha menyejahterakan warga negaranya.

Sejarah dan ilmu pengetahuan ternyata berkata lain. Semenjak tahun 12.000 SM sampai dengan tahun 1900-an, ganja lebih dikenal sebagai pohon kehidupan karena manfaatnya untuk menopang peradaban manusia; seratnya untuk pakaian dan kertas, bijinya sebagai sumber protein dan minyak nabati, bunga dan daunnya sebagai obat dan sarana rekreasi maupun spiritual. Lalu, mengapa pohon sejuta manfaat ini dilarang? Mengapa kita semua terkena tipu.

Details
ISBN: 9789792277272
Author: Tim LGN
Language: INDONESIA
Date Published: Desember 2011
Type: SOFT COVER
No. of Pages: 386
Dimensions (cm): 15 x 23

Untuk pemesanan buku HPG silahkan klik tautan ini:
http://www.gramediaonline.com/moreinfo.cfm?Product_ID=761547
Untuk memberikan tanggapan anda mengenai isi buku HPG silahkan klik tautan ini:
http://www.gramediaonline.com/review.cfm?Product_ID=761547

polisi-logo

LGN dan Gramedia di Periksa Polisi

LGN dan Gramedia dimintai keterangan polisi di Polsek Matraman hari Rabu 14 Desember seputar jalannya acara launching buku HPG yang dimoderatori  oleh Pandji, entertainer yang mendukung gerakan legalisasi ganja. Pada waktu acara launching selesai, seorang wartawan dari Detikcom mewawancarai Dhira dan Pandji. Dhira menjawab semua pertanyaan dengan biasa, sedangkan Pandji, ia sempat mengatakan bahwa Presiden SBY juga pernah nyimeng. Sebenarnya maksud Pandji hanya berkelakar saja, namun tanggapan aparat ternyata lain.

Awalnya kejadian ini biasa saja, tapi setelah pemberitaan Detikcom menyebar luas kemana-mana, bahkan diberitakan pula di media cetak Harian Berita Kota tanggal 8 Desember dan dikomentari beberapa tokoh politisi, maka masalah ini jadi serius.

Polisi kemudian mendatangi penerbit buku PT Gramedia dan memberikan surat panggilan untuk dimintai keterangan perihal acara launching buku HPG yang diadakan di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta. Wahyu S sebagai perwakilan dari PT Gramedia dimintai keterangan mengenai surat pemberitahuan atau izin keramaian. Sedangkan Dhira dimintai keterangan sebagai penulis buku yang hadir pada saat peluncuran buku.

Kanit Reskrim Joel Sitorus mengatakan “seharusnya Gramedia memberikan surat pemberitahuan atau surat izin keramaian sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan kami tahu.”

Dhira dan Wahyu diperiksa sekitar kurang lebih 3 jam. Mereka dimintai dokumentasi acara launching berupa video dan foto. Bpk Joel Sitorus mengatakan bahwa kasus ini akan dilimpahkan ke Polres dan akan sampai ke Polda.

Sebenarnya Pandji sudah mengklarifikasi perkataannya tentang SBY melalui websitenya, walaupun SBY sampai sekarang tidak mengomentari atau mengadukan masalah ini. Namun menurut pihak yang berwajib Pandji harus  bertanggungjawab atas perkataannya itu.

Entah mau dibawa kemana masalah ini, apakah akan menjadi polemik? Atau sekedar menjadi konsumsi media? Yang jelas penjualan buku HPG semakin hari semakin tinggi. Hanya dalam waktu satu minggu setelah launching selesai, buku HPG sudah terjual sekitar 25% dari jumlah yang dicetak dan kabarnya Gramedia berencana akan mencetak ulang buku HPG. (cpt)