Tag Archives: legalisasi ganja

Inisiatif Legalisasi Ganja

Legalisasi Ganja Menang di Colorado & Washington

Inisiatif Legalisasi Ganja

Colorado dan Washington berhasil melegalkan ganja melalui pemungutan suara inisiatif yang digelar 6 November 2012. Colorado (Amandemen 64) menang dengan suara 53,28% setuju. Kemudian Washington (Inisiatif 502) dengan perolehan suara 55,30%. Sayangnya, pemungutan suara serupa di Oregon (Measure 80), gagal dengan suara 44,20%.

Akan tetapi pemerintah federal, DEA (Drug Enforcement Administration’s) tidak mengakui kemenangan legalisasi ganja di kedua negara bagian tersebut dengan alasan sampai sekarang belum pernah ada perubahan dalam undang-undang pengendalian zat (Controlled Substances Act 1970). Gubernur Colorado juga mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak mendukung Amandemen 64, tapi bagaimanapun juga kita harus menghormati hasil pemungutan suara karena rakyat telah memilih.

Kemenangan legalisasi ganja di kedua negara bagian AS ini bersamaan dengan kemenangan Barack Obama yang kedua kalinya sebagai presiden AS. Banyak komentar diseputar kemenangan ini, “apakah ini ada kaitannya dengan Obama yang juga pernah menjadi penikmat ganja dimasa mudanya?”

Sampai hari ini di AS sudah ada 18 negara bagian yang melegalkan ganja untuk kegunaan medis dengan Massachusetts sebagai negara terakhir yang melegalkannya seminggu yang lalu. Pada tahun 2010 lalu, California pernah menggelar pemungutan suara (Proposition 19) namun sayangnya kalah dengan angka 46%.

Dengan kemenangan Colorado dan Washington akan membuka mata dunia internasional mengenai pentingnya suatu aturan hukum yang mengatur peredaran ganja dan bukan melarangnya. (cpt)

João Semedo

Politisi Portugal Ajukan RUU Legalisasi Ganja

João Semedo

Politisi dari Portugal, João Semedo mengajukan usulan legalisasi ganja serta mendukung pembentukan Cannabis Social Clubs (klub sosial ganja). Tujuan dari usulan tersebut agar supaya ganja atau marijuana dapat diizinkan pengunaan dan peredarannya bagi orang dewasa serta melegalkan penanaman ganja untuk konsumsi pribadi.

João Semedo mengatakan RUU ini merupakan langkah penting untuk mengatasi permasalahan kebijakan narkotika di Portugal. Semedo mengatakan bahwa saat ini kebijakan dekriminalisasi narkotika tidak cukup untuk mengatasi masalah perdagangan gelap. Ia menambahkan bahwa tujuan RUU ini adalah untuk mengadopsi pendekatan yang berfokus pada kesehatan masyarakat serta melindungi pengguna ganja dengan menjaga mereka dari bahaya peredaran gelap narkotika. Semedo mengatakan selama ini pelarangan ganja telah memicu pasar bawah tanah ilegal.

Jika usulan ini disetujui, anggota klub sosial ganja dengan syarat usia 18 tahun keatas yang telah memenuhi kualifikasi kesehatan dapat membeli ganja di klub untuk kebutuhan selama 30 hari.

Di bawah sistem dekriminalisasi yang tengah berlaku saat ini, yang diadopsi Portugal pada tahun 2001, orang dewasa diperbolehkan memiliki ganja max 2,5 gram. Usulan ini juga akan mengatur jumlah maksimum pembelian ganja per hari selama sebulan. Mereka yang memilih untuk menanam ganja sendiri akan dibatasi 10 tanaman per orang.

Belum ada tanggal resmi yang ditetapkan untuk mengajukan proposal tersebut ke parlemen. Sementara menunggu tanggal yang akan ditetapkan, João Semedo mengatakan ia dan pendukungnya akan menggelar debat publik mengenai legalisasi ganja dengan tujuan untuk menilai dan menjawab kekhawatiran masyarakat mengatasi usulan yang ia ajukan. (cpt)

http://cannabisni.com/

Larry Flynt - Hustler

Larry Flynt: Legalisasi Ganja Merugikan Industri Farmasi dan Minuman Alkohol

Larry Flynt - Hustler

Dengan hasil jajak pendapat yang menunjukkan 50 persen orang Amerika mendukung legalisasi ganja, Larry Flynt, penerbit majalah Hustler bertanya mengapa tidak diambil tindakan untuk merealisasikannya.

Flynt menyebutkan pihak-pihak yang akan kehilangan keuntungan jika ganja dilegalkan: industri farmasi, alkohol dan penjara. “Perusahaan farmasi tidak ingin orang beralih ke ganja untuk menghilangkan rasa sakit karena itu berarti mereka akan kehilangan konsumen obat pil yang mereka produksi,” ujar Flynt.

Industri farmasi memegang patent atas obat-obatan kimia yang diproduksinya, sedangkan mereka tidak bisa melakukan hal yang sama pada tanaman ganja.

Industri alkohol tidak menginginkan adanya kompetisi. Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah yang mengungkapkan fakta bahwa ganja jauh lebih aman daripada alkohol, legalisasi ganja jelas akan merebut keuntungan bisnis minuman keras itu.

Dan kemudian ada “koreksi industri,” dengan lobby “dollar” yang kuat membuat Amerika Serikat menjadi negara yang paling berkuasa di muka bumi. Penjara hanya membuang-buang uang apalagi jika penjara penuh dengan petani dan perokok ganja. Jika ganja legal, penjara akan kehilangan pemasukannya.

“Ini kesalahan yang terjadi di Amerika,” kata Flynt. “Politisi kami yang terpilih mengabaikan keinginan rakyatnya dan menuruti kemauan perusahaan yang diuntungkan atas pelarangan ganja dengan uang damai.”

“Anda tidak perlu menjadi ilmuwan cerdas untuk menyadari bahwa ganja tidak lebih berbahaya daripada alkohol,” kata Flynt dalam wawancara dengan majalah The 420 Time. “Tapi saya yakin nanti para politisi satu per satu akhirnya menyadari bahwa perang terhadap narkoba tidak bermanfaat.” (cpt)

http://legalizelouisiana.com/archives/204

Angela Gossow

Vokalis Arch Enemy Dukung Legalisasi Ganja

Angela Gossow, vokalis dan frontwoman grup band metal asal Swedia Arch Enemy menyatakan dukungannya untuk legalisasi ganja dalam sebuah wawancara dengan Rocksalt.mx.

Ketika Rocksalt.mx mendiskusikan album keenam Arch Enemy yang berjudul “Khaos Legions” bersama Angela Gossow, pembicaraan dengan cepat beralih ke penggunaan ganja. Rocksalt.mx bertanya pada Angela Gossow tentang komentar yang ia buat tentang pengalamannya ketika mendengarkan musik dalam keadaan “stoned” (rasa nikmat saat menghisap ganja).

“Oh, ya.. maksud saya jelas ganja” jawab Angela. Sambil tertawa ia mengatakan, “Tanaman ganja yang tumbuh di taman sayangnya ilegal dan album Khaos Legions ini adalah salah satu agenda politik kami untuk memperjuangkan legalisasi ganja”

Angela melanjutkan, “Sekarang generasi muda sudah berani menyuarakan keinginannya, mereka berkeinginan untuk bisa memperoleh ganja secara legal. Ganja tidak merusak kecuali bila Anda rentan terhadap paranoia dan skizofrenia maka Anda harus menemui dokter. Menurut pendapat kebanyakan orang, ganja tidak berbahaya dibandingkan dengan minuman keras. Negara Swedia menjadi rusak akibat minuman keras. Swedia memiliki tingkat pecandu alkohol yang sangat tinggi terutama di kalangan remaja. Jujur saja ya.. saya lebih suka melihat remaja berusia 16-tahun yang menghisap ganja daripada melihat mereka yang memiliki sebotol vodka di tangan.”

Vokalis Arch Enemy ini berbagi cerita bagaimana dia tetap sehat saat memanjakan dirinya. “Saya menggunakan vaporizer. Saya penderita asma, jadi saya tidak merokok sama sekali,” ujar Gossow. “Jadi saya menggunakan vaporizer karena saya tidak ingin asap ganja mengiritasi tenggorokan saya dan cara seperti ini sangat membantu saya dalam menghadapi masalah asma saya. Dan sejak saya menggunakan ganja, saya tidak harus menggunakan inhaler steroid lagi. Ganja benar-benar membuat saluran nafas saya terbuka. Dan saya juga bisa membuat kue cokelat dengan ganja.”

Arch Enemy adalah grup musik melodic death metal band dari Swedia yang beranggotakan Angela Gossow, Michael Amott, Fredrik Åkesson, Sharlee D’Angelo, dan Daniel Erlandsson. Arch Enemy didirikan tahun 1995.

Untuk mendengar seluruh percakapan Angela Gossow tentang legalisasi ganja dalam rekaman audio streaming, silahkan kunjungi: http://rocksalt.mx/?p=1358

medical marijuana(3)

Legalisasi Ganja Medis Turunkan Angka Kecelakaan Lalu lintas dan Penjualan Beer

Negara bagian di Amerika yang telah suskes menerapkan undang-undang legalisasi ganja medis merasakan dampak penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan penurunan penjualan minuman beer.

Sebuah laporan yang ditulis oleh profesor ekonomi dari Montana State University, Mark D. Anderson dan seorang profesor di University of Colorado Denver, Daniel Rees menemukan angka penurunan kecelakaan lalu lintas sebanyak 9% di negara-negara yang berhasil meluluskan undang-undang legalisasi ganja medis. Studi ini menunjukkan ganja sebagai zat subtitusi pengganti narkotika dan alkohol.

Sejauh ini sudah ada 16 negara bagian di Amerika yang mengeluarkan undang-undang legalisasi ganja untuk kegunaan medis. Survei menunjukkan bahwa penduduk di negara-negara tersebut mulai mengurangi konsumsi alkohol. Penjual minuman beralkohol mengatakan terjadi pengurangan sebanyak 5% dari penjualan produknya.

Data yang dikumpulkan antara tahun 1990 dan 2009 berasal dari National Survey on Drug Use and Health, Behavioral Risk Factor Surveillance System dan Fatality Analysis Reporting System. Studi ini mencakup ke-13 negara bagian di AS yang telah memberlakukan legalisasi ganja medis sebelum tahun 2009.

Ide penelitian ini datang ketika Anderson tahun lalu mengamati apotik ganja medis di sepanjang Grand Avenue di wilayah Billings dan mendengar isu tentang masalah ini dari pemberitaan media.

Penelitian berlangsung dengan mengamati konsumsi alkohol dan konsumsi ganja di tiga negara bagian: Montana, Rhode Island dan Vermont. Di Montana dan Rhode Island, penulis menemukan bahwa hukum legalisasi ganja medis menyebabkan penggunaan marijuana meningkat di antara orang dewasa di tiap-tiap negara bagian.

Setelah ganja medis dilegalkan di Montana, jumlah pengguna ganja naik 19% antara usia 18-25 tahun.

Meskipun tidak semua kecelakaan lalu lintas terkait penggunaan ganja, studi ini mengungkapkan kematian akibat kecelakaan lalu lintas menurun. Kecelakaan lalu lintas di malam minggu atau di malam hari yang terkait alkohol menurun setelah undang-undang legalisasi ganja medis diberlakukan.

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa penjualan beer merosot 5% setelah legalisasi ganja medis disahkan.

Anderson mengakui adanya kemungkinan penduduk di negara-negara ini jarang mengemudi. Dan penelitian ini tidak mengklaim bahwa legalisasi ganja medis adalah satu-satunya penyebabkan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.

Penelitian ini telah beberapa kali di review sejak pertama kali diberitakan kepada publik. Ada beberapa pihak yang setuju dengan temuan-temuan itu. Penelitian ini sekarang sedang dikaji oleh Jurnal Hukum dan Ekonomi. (cpt)

http://billingsgazette.com/